Singapura-Malaysia Kalah, Warga RI Ternyata Lebih Percaya Diri

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
15 September 2026 14:35
Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Bongkar Modusnya
Foto: Infografis/ Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Bongkar Modusnya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat kepercayaan diri masyarakat Indonesia dalam melindungi diri dari aksi penipuan tergolong tinggi, bahkan mengungguli beberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Berdasarkan laporan 'GSMA Consumer Scam Reports 2026: Defences Rising, Cases Unresolved', sebanyak 86% responden di Indonesia merasa memiliki proteksi diri yang kuat.

Angka tersebut berada di atas rata-rata negara ASEAN-6 yang berada di level 77%. Kepercayaan diri warga Indonesia ini hanya kalah tipis dari Filipina yang memimpin dengan 87%. Berikut perbandingan tingkat proteksi diri di kawasan ASEAN-6:

  • Filipina: 87%
  • Indonesia: 86%
  • Thailand: 80%
  • Malaysia: 78%
  • Vietnam: 68%
  • Singapura: 65%

Di balik rasa percaya diri tersebut, sebanyak 61% warga Indonesia mengaku selalu merasa cemas terhadap ancaman penipuan, tidak jauh berbeda dari rata-rata kawasan ASEAN-6 yang berada di angka 59%.

Lemahnya Pengetahuan dan Peran Negara

Ironisnya, tingginya rasa percaya diri tersebut tidak didukung oleh pemahaman terhadap program pencegahan dari pemerintah. Pengetahuan warga Indonesia terkait program pemerintah hanya mencapai 50%, jauh tertinggal dari rata-rata ASEAN-6 yang sebesar 73%.

Begitu pula pada aspek penilaian terhadap proteksi negara, Indonesia hanya mencatatkan skor 28%, terpaut jauh di bawah rata-rata kawasan yang mencapai 43%.

"Indonesia merupakan pasar dengan peranan negara paling tidak dirasakan oleh konsumen dalam tolak ukur yang kami pantau," tulis GSMA dalam laporan tersebut, dikutip Selasa (15/9/2026).

Sebaliknya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap program pengamanan dari perusahaan telekomunikasi (telko) tercatat cukup baik di angka 65% (setara rata-rata ASEAN-6). Sebanyak 70% masyarakat Indonesia juga mengaku nyaman berbagi data dengan pihak operator telekomunikasi.

Enggan Lapor Polisi

Temuan lain yang cukup mencolok adalah rendahnya tingkat pelaporan kasus. GSMA mencatat, hanya 17% korban penipuan di Indonesia yang bersedia melapor ke pihak kepolisian. Angka ini terpaut sangat jauh dari rata-rata regional yang mencapai 36%.

"Statistik resmi dari laporan kepolisian hanya mencerminkan sebagian kecil dari masalah penipuan yang sesungguhnya terjadi di Indonesia," tutur pihak GSMA.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Modus Penipuan Baru Incar Pegawai Kantoran, Rekening Langsung Ludes


Most Popular
Features