Artificial General Intelligence Sudah Tiba, AI yang Secerdas Manusia

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
10 September 2026 12:30
Jaket kulit milik CEO Nvidia Jensen Huang terjual di pelelangan seharga US$960.000 atau sekitar Rp17 miliar. Salah satu jaket kulit Huang itu dilelang di Sotheby's pada Jumat (17/7/2026) dan diperebutkan oleh 45 penawar. (REUTERS/Manami Yamada)
Foto: (REUTERS/Manami Yamada)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO sekaligus salah satu pendiri Nvidia Jensen Huang menyebut era artificial general intelligence (AGI) telah tiba. Pernyataan tersebut disampaikan Huang setelah OpenAI meluncurkan model AI terbarunya, GPT-6 Astra.

OpenAI memperkenalkan GPT-6 Astra pada Kamis pekan lalu. Perusahaan mengklaim model tersebut membawa peningkatan besar dalam penggunaan komputer, pemrograman, riset ilmiah, hingga pekerjaan profesional.

Astra pertama kali tersedia bagi pelanggan perusahaan melalui akses Daybreak. OpenAI kemudian memperluas ketersediaannya ke pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise, serta melalui API OpenAI dan Amazon Web Services.

Huang menyambut peluncuran tersebut melalui unggahan di platform X. Bos Nvidia itu mengatakan model terbaru OpenAI menandai dimulainya era AGI.

"GPT-6 Astra, dilatih dengan sekitar 100 ribu lebih NVIDIA Grace Blackwell NVLink72. Dari ChatGPT ke o1 hingga Astra dalam 4 tahun. AGI telah tiba. Selamat untuk tim @OpenAI. 400 ribu GPU berikutnya segera online," tulis Huang.

Istilah AGI sendiri belum memiliki definisi yang disepakati secara luas di industri teknologi. Secara umum, AGI merujuk pada sistem AI yang memiliki kemampuan kognitif setara manusia dalam belajar dan bernalar, serta mampu mempelajari keterampilan dan kemampuan baru tanpa harus menjalani pelatihan ulang.

OpenAI mendefinisikan AGI sebagai sistem otonom yang mengungguli manusia dalam sebagian besar pekerjaan yang bernilai ekonomi.

Sementara itu, Huang dan Nvidia menggunakan tolok ukur yang berbeda. Mereka mendefinisikan AGI sebagai sistem AI yang mampu lulus sertifikasi profesional dan tes standar di berbagai bidang pekerjaan profesional dengan skor di tingkat teratas.

Presiden OpenAI Greg Brockman sebelumnya juga menyebut GPT-6 Astra sebagai titik penting dalam perjalanan menuju AGI. Menjelang peluncuran Astra, Brockman mengatakan bahwa sudah masuk akal jika publik merasa era AGI telah dimulai.

"Saya pikir tidak berlebihan untuk merasa bahwa kita sekarang berada di era AGI," ujar Brockman, dikutip dari Fox Business, Rabu (9/9/2026).

OpenAI mengatakan Astra mampu mengerjakan berbagai tugas berbasis komputer yang selama ini dianggap membosankan, seperti mengisi formulir online, memperbarui data pelanggan, mengatur kalender, hingga melakukan riset.

Model tersebut juga dapat membuat dokumen, spreadsheet, dan presentasi. OpenAI bahkan menyebut Astra sebagai "model terbaik untuk rekayasa perangkat lunak hingga saat ini" serta menonjolkan kemampuan keamanan sibernya.

CEO OpenAI Sam Altman juga mengungkap salah satu kemampuan Astra yang paling membuatnya terkesan. Menurutnya, model tersebut tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga mampu menemukan persoalan yang belum terpikirkan oleh pengguna.

"Bukan hanya mampu melakukan banyak riset tentang, misalnya, rantai pasokan chip kompleks yang sedang kami coba produksi. Namun, bagian dari tugas itu yang tidak saya minta, ia bisa kembali dan mengatakan, 'Anda belum terpikir untuk bertanya kepada saya tentang bagian lain dari rantai pasokan ini,'" kata Altman.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Model AI Super Canggih Astra Resmi Dirilis, Kemampuannya Bikin Waswas


Most Popular
Features