Tanda Stroke-Serangan Jantung Tampak di Wajah Walau Kolesterol Rendah
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan jantung dan stroke sering terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya. Namun penelitian terbaru menemukan tanda peringatan yang tampak jelas di wajah seseorang. Tanda itu berupa bercak kekuningan yang muncul di sekitar kelopak mata. Kondisi itu ternyata menandakan risiko serangan jantung dan stroke yang berkali-kali lebih tinggi dibandingkan orang biasa, dikutip dari laporan ScienceAlert, Rabu (9/9/2026).
Bercak kekuningan itu disebut xanthelasma. Bercak tersebut terbentuk ketika sel kekebalan tubuh yang memakan kolesterol menumpuk di bawah kulit sekitar mata. Selama ini banyak orang menganggap bercak itu hanya masalah penampilan saja. Namun peneliti dari Universitas Stanford membuktikan bahwa bercak itu sebenarnya adalah tanda peringatan dari dalam tubuh.
Peneliti menganalisis data kesehatan dari 17.925 orang yang memiliki bercak tersebut dan membandingkannya dengan jumlah orang yang sama yang tidak memiliki bercak serupa. Hasilnya sangat jelas terlihat:
- Pada tahun pertama penelitian, sebanyak 1 persen orang yang memiliki bercak mengalami serangan jantung. Sementara pada kelompok yang tidak memiliki bercak, angka itu hanya 0,35 persen. Artinya risiko serangan jantung hampir tiga kali lipat lebih besar.
- Untuk risiko stroke, kelompok berbercak mencatat angka 0,95 persen. Sedangkan kelompok pembanding hanya 0,3 persen. Risiko lebih dari tiga kali lipat.
- Untuk serangan ringan atau serangan iskemik sementara, angka masing-masing adalah 0,6 persen berbanding 0,19 persen. Risiko lebih dari tiga kali lipat.
Selisih itu sedikit menyempit seiring berjalannya waktu. Namun hingga sepuluh tahun kemudian, risiko kelompok yang memiliki bercak tetap jauh lebih tinggi dibandingkan orang biasa.
Hal yang paling menarik dari penelitian ini adalah risiko tinggi itu tetap terlihat meskipun kadar kolesterol darah orang tersebut normal. Artinya bercak itu bukan sekadar tanda kolesterol tinggi saja. Ada sesuatu yang lain di dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan lemak di kelopak mata sekaligus menyumbat pembuluh darah jantung dan otak.
Peneliti menyimpulkan bahwa bercak kekuningan di sekitar mata adalah tanda peringatan yang berdiri sendiri. Siapa pun yang memiliki bercak itu berarti memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke dalam sepuluh tahun ke depan, terlepas dari kadar lemak dalam darahnya.
Banyak orang yang memiliki bercak itu pergi ke dokter kulit hanya untuk menghilangkannya demi penampilan. Padahal mereka seharusnya segera memeriksa kondisi jantung dan pembuluh darah secara menyeluruh. Peneliti menyarankan agar setiap orang yang menemukan bercak kekuningan di sekitar kelopak matanya segera melakukan langkah pencegahan berikut ini:
- Memeriksa tekanan darah secara berkala dan menjaganya tetap dalam batas normal.
- Menjalani pola makan sehat dan bergerak aktif agar kadar lemak dalam tubuh terjaga.
- Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan obat penurun lemak atau pengobatan lain.
- Melakukan pemeriksaan jantung secara menyeluruh meskipun belum merasakan keluhan apa pun.
Bercak itu sendiri tidak berbahaya dan tidak menyebabkan penyakit jantung. Namun keberadaannya adalah tanda bahwa di dalam pembuluh darah orang tersebut sedang terjadi penumpukan lemak yang lambat laun dapat menyumbat aliran darah ke jantung maupun ke otak.
Artinya, jika Anda melihat bercak kekuningan di sekitar mata seseorang atau di cermin sendiri, jangan anggap remeh. Itu bisa jadi adalah pesan yang dikirimkan tubuh agar Anda segera menjaga kesehatan jantung sebelum terlambat.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]