Ilmuwan Bingung Bumi Berputar Makin Cepat, Semua Komputer Bisa Kacau

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 September 2026 20:30
Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion.  (NASA/Handout via REUTERS)
Foto: Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bumi ternyata berputar semakin cepat, dan hal itu menimbulkan masalah besar bagi sistem waktu dunia. Selama puluhan tahun, ilmuwan memberikan "detik tambahan" agar jam dunia selaras dengan perputaran bumi. Karena bumi berputar makin cepat, waktu kini justru butuh dipangkas.

Namun, pemangkasan waktu ini menimbulkan masalah baru. Sistem komputer dunia belum siap dengan perubahan itu. Para ilmuwan pun memutuskan menunda penyesuaian dan mengubah aturan sepenuhnya.

Mulai sekarang, waktu baru akan disesuaikan jika selisihnya sudah mencapai 1 jam, dikutip dari laporan New Atlas, Rabu (9/9/2026).

Masalahnya bermula dari kenyataan bahwa Bumi tidak berputar dengan kecepatan yang tetap. Mencairnya lapisan es, perubahan pola angin, dan pergeseran gaya pasang surut laut membuat perputaran bumi terus berubah. Selama puluhan tahun, Bumi berputar sedikit lebih lambat, sehingga hari menjadi sedikit lebih lama dari 24 jam.

Oleh karena itu, sejak tahun 1972, ilmuwan menambahkan 1 detik tambahan ke dalam kalender dunia setiap beberapa tahun sekali agar jam dunia tetap selaras dengan perputaran bumi. Hingga saat ini sudah ada 27 detik tambahan yang pernah ditambahkan.

Namun sejak tahun 2020, hal yang berbalik justru terjadi. Bumi mulai berputar lebih cepat dari biasanya, sehingga hari menjadi sedikit lebih pendek dari 24 jam. Jika kecepatan ini terus meningkat, dalam waktu sekitar 10 tahun ke depan dunia justru perlu memotong 1 detik dari kalender.

Masalahnya, hampir seluruh sistem komputer, jaringan, penerbangan, hingga layanan keuangan dunia tidak dirancang untuk memotong waktu. Seluruh sistem hanya disiapkan untuk menerima penambahan detik, bukan pengurangan. Jika dipaksakan, bisa terjadi kegagalan sistem secara menyeluruh, yang dapat menyebabkan pesawat gagal terbang, jaringan mati, hingga transaksi keuangan kacau balau.

Menghadapi kesulitan tersebut, para ilmuwan dan pengukur waktu dunia berkumpul dalam Konferensi Umum ke-28 Berat dan Ukur yang akan digelar di Versailles, Prancis, pada Oktober 2026 mendatang. Dalam sidang itu, akan diputuskan perubahan besar aturan waktu dunia. Detik tambahan akan dihapus selamanya. Sebagai gantinya, penyesuaian waktu baru akan dilakukan jika selisih antara jam dunia dan perputaran bumi sudah mencapai 1 jam.

Artinya, penyesuaian waktu tidak lagi dilakukan setiap beberapa tahun sekali, tetapi hanya sekali dalam beberapa abad. Jika aturan ini disahkan, hitungan mundur menuju "jam tambahan" pertama akan dimulai pada 20 Mei 2027.

Perusahaan teknologi seperti Google sebenarnya sudah lama menerapkan cara sendiri, Mereka memperlambat detik secara perlahan agar tidak terjadi lompatan waktu yang mengejutkan. Namun untuk dunia secara keseluruhan, perubahan aturan ini berarti kita menerima bahwa waktu resmi dunia tidak akan lagi persis sama dengan perputaran Bumi di langit.

Bagi masyarakat sehari-hari, perubahan ini tidak akan terasa langsung. Jam dinding, jam tangan, dan HP tetap akan berjalan seperti biasa. Namun bagi sistem yang membutuhkan ketepatan waktu hingga sepersekian detik seperti jaringan telepon, navigasi pesawat, satelit, dan transaksi keuangan, perubahan aturan ini justru mencegah terjadinya kekacauan yang lebih besar.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Komputer Tak Laku di 2026, Nasib Pedagang Miris Jualan Laptop Susah


Most Popular
Features