iPhone Lipat Pertama Rilis Besok, Merek HP China Langsung Bereaksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa smartphone China nampaknya curi start sebelum Apple merilis ponsel lipat pertamanya besok Rabu (9/9/2026). Huawei dan Xiaomi diketahui baru saja juga merilis ponsel lipatnya masing-masing pada Senin (7/9/2026).
Huawei merilis seri Mate XT2 yang menggunakan chip Kirin 9050 Pro. Chip barunya memberikan daya komputasi lebih besar dan lebih hemat.
Huawei menggunakan arsitektur LogicFolding, yakni bagian dari prinsip Hukum Skala Tau. Ini telah diungkap bulan Mei lalu saat perusahaan terus berupaya mengatasi pembatasan akses teknologi canggih dari pemerintahan AS.
Ponsel ini memiliki mekanisme lipat dua dan saat dibuka akan berukuran seperti tablet. Seri baru ini mendapatkan banyak peningkatan dari engsel yang didesain ulang, ketahanan air yang lebih baik, dan layar privasi.
Mate XT2 dijual mulai dari 19.999 yuan (Rp 52 juta) dan termahalnya mencapai 24.999 yuan (Rp 65,6 juta). Penjualan perdana akan dilakukan pada 12 September 2026 mendatang.
Direktur Eksekutif Huawei, Richard Yu juga menyinggung soal harga produk barunya. Dia mengatakan penetapan harga menjadi tantangan akibat peningkatan biaya memori.
"Penetapan harga menjadi tantangan nyata, karena biaya memori meningkat tajam. Kami mengadopsi banyak teknologi baru dan tekanan biaya sangat besar," kata Richard dikutip dari Reuters, Senin (8/9/2026).
Xiaomi 18 Fold
Sementara itu, Xiaomi menyebut ponsel lipatnya Xiaomi 18 Fold sebagai solusi lipat sedang. Ponsel tersebut berukuran paspor saat dilipat.
Layarnya bisa menampung tiga aplikasi sekaligus saat dibuka bersamaan. Xiaomi 18 Fold memiliki berat 219 gram dan ketebalan 5,02 mm saat dilipat.
CEO Xiaomi, Lei Jun mengatakan ponsel buatan perusahaannya memiliki keunggulan dari produk Apple, termasuk lebih ringan dari iPhone Pro Max.
Prosesor yang digunakan buatan Xiaomi sendiri, AI XRing 03. Lei menyebut chipsetnya unggul dari A19 Pro milik Apple terkait hal responsivitas.
Harga ponsel ini mulai dari 10.999 yuan (Rp 28,8 juta) hingga 14.999 yuan (Rp 39,4 juta). Lei juga menyebut soal harga jualnya tidak murah namun sebanding.
"Saat ini memori sangat mahal. Kami tidak menyebut itu murah, namun sebanding dengan harganya," kata Lei.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]