Amerika Punya Senjata Baru Super Canggih, Ini Pemasoknya

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
07 September 2026 08:55
Presiden AS Donald Trump menerima karangan bunga, di samping Elon Musk, Eric Trump dan istrinya Lara, selama upacara kedatangan di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, di Beijing, China, 13 Mei 2026. REUTERS/Evan Vucci
Foto: Presiden AS Donald Trump menerima karangan bunga, di samping Elon Musk, Eric Trump dan istrinya Lara, selama upacara kedatangan di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, di Beijing, China, 13 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) punya senjata baru untuk memperkuat kemampuan militernya. Pentagon kini membekali sekitar 3 juta personel sipil dan militer dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertahanan.

Pentagon meluncurkan versi khusus ChatGPT milik OpenAI dan Grok milik xAI. Kedua layanan tersebut kini tersedia melalui GenAI.mil, portal AI terpusat dan aman milik Departemen Pertahanan AS (DoD).

Pentagon menghadirkan ChatGPT Mil dan Grok for Government, versi khusus dari layanan AI yang populer di kalangan konsumen. Keduanya disesuaikan dengan kebutuhan personel militer atau warfighter.

GenAI.mil sendiri telah beroperasi sejak tahun lalu. Portal tersebut pertama kali menyediakan akses ke Google Gemini dan dirancang untuk memberikan pegawai Departemen Pertahanan akses ke model AI komersial tercanggih tanpa harus mengirimkan data sensitif pemerintah melalui kanal konsumen biasa.

Versi militer tersebut juga tidak mengikuti praktik pengumpulan data yang sulit dihindari pada sejumlah produk teknologi konsumen.

Penggunaan GenAI.mil pun terbilang tinggi. Departemen Pertahanan AS menyebut lebih dari 1,7 juta pengguna unik telah menggunakan portal tersebut dari total sekitar 3 juta personel yang berada di lingkungan departemen.

Penambahan ChatGPT Mil dan Grok menjadi bagian dari upaya Pentagon memperluas penggunaan AI untuk mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan keunggulan militer AS tanpa mengorbankan keamanan data.

Sementara itu, ChatGPT Mil berasal dari program OpenAI for Government. Layanan ini menawarkan pengalaman yang mirip dengan ChatGPT versi komersial, termasuk fitur percakapan, file, proyek, dan GPT khusus.

Menurut Departemen Pertahanan AS, ChatGPT Mil akan membantu pekerjaan rutin yang banyak menggunakan dokumen dan tidak diklasifikasikan sebagai informasi rahasia. Penggunaannya mencakup tugas administratif, logistik, perencanaan hingga penyusunan kebijakan. Pentagon juga berencana menambahkan fitur lain secara bertahap.

Pentagon menggambarkan kemampuan Grok for Government dengan cakupan yang lebih luas, termasuk untuk kebutuhan operasional militer.

"Grok for Government dari Starshield AI akan memberikan peningkatan produktivitas langsung kepada prajurit, kesinambungan pengetahuan yang lebih kuat, serta kolaborasi yang lebih aman dan efisien," kata Departemen Pertahanan AS dalam keterangan, dilansir dari TechCrunch, Senin (7/9/2026).

Starshield AI merupakan jaringan satelit aman milik SpaceX yang menggunakan teknologi Starlink.

Departemen Pertahanan AS mengatakan Grok dapat membantu militer menjalankan misi dengan lebih cepat dan presisi dalam berbagai konteks operasional. Penggunaannya antara lain mencakup analisis riset pasar untuk profesional pengadaan hingga manajemen rantai pasok bagi personel logistik.

Pentagon tidak hanya menggandeng OpenAI dan xAI. Departemen Pertahanan AS juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi lain untuk memperkuat kemampuan AI militernya. Di antaranya adalah Amazon Web Services (AWS), Microsoft, Nvidia, dan Reflection AI.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap, Senjata Super Canggih China Ternyata Buatan Amerika


Most Popular
Features