Perang Dua Raja Teknologi Menggila, Dampaknya Meluas ke Mana-Mana

Redaksi,  CNBC Indonesia
31 August 2026 21:10
Foto Kolase CEO Tesla, Elon Musk dan CEO OpenAI, Sam-Altman. (Reuters)
Foto: Foto Kolase CEO Tesla, Elon Musk dan CEO OpenAI, Sam-Altman. (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik panas antara dua raja teknologi dunia, Elon Musk dan bos OpenAI Sam Altman, kembali membara. Perseteruan abadi kedua kubu resmi merembes ke ranah bisnis setelah OpenAI yang dipimpin Altman secara sepihak memutus akses model kecerdasan buatan (AI) bagi platform coding populer, Cursor, buntut dari akuisisi perusahaan tersebut oleh SpaceX milik Musk.

Dalam pengumuman resminya pada Jumat (28/8) malam waktu setempat, OpenAI menegaskan tidak akan lagi menyediakan teknologi mereka untuk Cursor terhitung mulai 12 November 2026. Keputusan drastis ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena OpenAI secara terbuka meragukan integritas kubu Musk.

"Kami mengambil langkah ini karena kami tidak dapat meyakini bahwa SpaceX akan menggunakan teknologi kami sesuai dengan ketentuan layanan, berkaca dari pengalaman kami dengan perusahaan-perusahaan milik Elon Musk yang kerap melanggar kontrak," sembur OpenAI dalam pernyataan resminya, dikutip dari CNBC International, Senin (31/8/2026).

Langkah ofensif ini langsung memantik reaksi keras dari Cursor. Padahal, platform rintisan yang baru saja resmi dicaplok SpaceX lewat akuisisi fantastis senilai US$60 miliar pada 14 Agustus lalu itu merupakan salah satu mitra setia dan pengguna awal infrastruktur OpenAI selama bertahun-tahun.

Balasan Telak Elon Musk, Sebut Altman 'Penipu' 

Tak butuh waktu lama bagi Elon Musk untuk merespons pukulan telak dari OpenAI. Dikenal sebagai musuh bebuyutan Sam Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman, pemilik X (sebelumnya Twitter) itu langsung meluapkan amarahnya di platform media sosial miliknya.

Dalam cuitannya pada Sabtu (29/8), Musk melontarkan kecaman pedas tanpa ampun, menyebut para petinggi OpenAI sebagai sosok yang sama sekali tidak bisa dipercaya.

"Saya tidak peduli sama sekali. Scam Altman dan Greg Stockman benar-benar tidak dapat dipercaya!" tulis Musk sembari melontarkan makian kasar, serta kembali mengungkit tuduhan lama bahwa OpenAI telah "mencuri sebuah yayasan nirlaba".

Eskalasi ketegangan ini merupakan babak baru dari perseteruan panjang antara Musk dan OpenAI. Musk, yang ikut merogoh kocek mendanai OpenAI saat pertama kali dibentuk sebagai laboratorium riset nirlaba pada 2015, telanjur sakit hati setelah hengkang pada 2018.

Ia menuding Altman dan kawan-kawan telah berkhianat dengan mengubah OpenAI menjadi perusahaan komersial raksasa yang bermitra erat dengan Microsoft, sebuah langkah hukum yang hingga kini terus ia bawa ke meja hijau meski sempat ditolak pengadilan.

Lawan Lain Berubah Jadi Kawan

Menariknya, di tengah drama pemutusan akses oleh OpenAI, rival abadi mereka yakni Anthropic justru mengambil jalur sebaliknya. Perusahaan pembuat model AI Claude itu justru menyatakan siap merangkul Cursor di bawah kepemilikan SpaceX.

Langkah Anthropic ini langsung menuai cibiran dari warganet dan eksekutif industri teknologi, mengingat Anthropic sendiri pernah melakukan tindakan serupa terhadap platform lain di masa lalu.

Kendati demikian, bagi pasar teknologi global, perang antara kubu OpenAI dan dinasti bisnis Musk dipastikan bakal makin memanas, terutama menjelang rencana initial public offering (IPO) OpenAI yang dijadwalkan bergulir tahun depan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang Dua Orang Terkaya Dunia Jadi Sorotan, Saling Teriak Penipu


Most Popular
Features