Negara Darurat, Lembaga Pemerintah Lumpuh Seketika

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
28 August 2026 19:00
Scam Hacker Virus. (Pexels)
Foto: Ilustrasi Scam Hacker Virus. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem komputer lembaga pemerintah Amerika Serikat, Biro Alkohol, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF), berhasil dibobol oleh sebuah kelompok peretas. Insiden ini telah dikategorikan sebagai serangan besar, dan koordinasi dengan Departemen Kehakiman (DOJ) pun telah dilakukan.

Pihak ATF menyatakan bahwa sistem yang terdampak merupakan sistem mandiri, sehingga tidak terhubung dengan sistem lainnya seperti manajemen kasus, laboratorium, maupun eForms untuk mengelola pengajuan formulir dari masyarakat.

"Sistem yang terdampak telah dimatikan setelah pembobolan ditemukan," ujar juru bicara ATF, Tanya Roman, dikutip dari Reuters, Jumat (28/8/2026).

Kendati demikian, pihak ATF belum menyebutkan siapa dalang di balik pembobolan tersebut.

Di sisi lain, kelompok ransomware yang diduga berasal dari Rusia, yaitu Qilin, justru mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pengumuman berbahasa Rusia itu disampaikan melalui situs web milik mereka.

Reuters mencatat belum ada keterangan resmi mengenai jenis maupun seberapa banyak data yang berhasil dicuri. Qilin juga tidak menyertakan sampel data apa pun dalam klaimnya.

Pembobolan pada ATF ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena berisiko membocorkan data penegakan hukum yang sensitif, termasuk rincian penyelidikan yang sedang berjalan.

Adapun penetapan status sebagai insiden besar berarti peretasan ini berpotensi membahayakan keamanan nasional atau kebebasan sipil, sekaligus memicu kewajiban pelaporan kepada Kongres setempat.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban


Most Popular
Features