Pesawat milik perusahaan startup Swedia, Heart Aerospace melepas maskapai miliknya pada 12 Agustus 2026 saat matahari terbit.
Pesawat elektrik terbesar di dunia baru saja melakukan penerbangan perdananya dengan menggunakan listrik senilai US$ 5 atau setara dengan Rp 88 ribu. (Dok. heartaerospace.com)
Pesawat milik perusahaan startup Swedia, Heart Aerospace melepas maskapai miliknya pada 12 Agustus 2026 saat matahari terbit di wilayah utara New York. X1 lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh. (Dok. heartaerospace.com)
Dengan menggunakan sistem propulsi listrik, pesawat tersebut terbang selama 27 menit, mencapai ketinggian 335 meter atau setara dengan 1.100 kaki di atas permukaan tanah, sebelum berbelok kembali ke landasan. (Dok. heartaerospace.com)
Pendiri dan CEO Heart Aerospace Anders Forslund mengatakan, seluruh penerbangan tersebut digerakkan oleh baterai dan menghabiskan listrik senilai kurang dari US$ 5. (Dok. heartaerospace.com)
"Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik pada skala pesawat komersial," ujarnya dalam keterangannya mengutip website iflscience, Sabtu (22/8). (Dok. heartaerospace.com)