Pemicu Gempa Dahsyat NTT, Apa Itu Sesar Naik Busur Belakang Flores?

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
18 August 2026 13:40
The heavily damaged Nurul Huda mosque following an earthquake in Reok, East Nusa Tenggara province, Indonesia, August 18, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

BMKG sempat mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami sebelum akhirnya resmi mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Lantas, apa itu Flores Back-Arc Thrust?

Di sebelah utara Flores terdapat struktur Flores Back-Arc Thrust. Struktur ini sangat aktif dan dapat menghasilkan gempa dangkal dengan magnitudo besar.

Inilah salah satu alasan mengapa wilayah Flores dan pulau-pulau di sekitarnya berulang kali mengalami gempa kuat.

Flores Back-Arc Thrust (FBT) sendiri adalah sebuah patahan aktif yang melintang dari utara Bali, Nusa Tenggara, hingga perairan Wetar. Sesar ini terbentuk akibat kompresi gaya tektonik penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Kombinasi kedalaman hiposenter yang sangat dangkal dan mekanisme patahan naik (thrust faulting) di dasar laut menjadi pemicu utama deformasi vertikal kerak bumi yang merusak sekaligus membangkitkan gelombang tsunami.

Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan bahwa Sesar Naik Flores memiliki kerentanan tinggi akibat akumulasi regangan (strain rate) yang terkunci selama bertahun-tahun. Pelepasan energi M 7,7 ini mengonfirmasi estimasi potensi magnitudo maksimum di segmen busur belakang NTT.

Sesar Naik Flores tercatat berulang kali memicu bencana gempa besar dan tsunami mematikan di kawasan Bali hingga Nusa Tenggara.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. Namun, ancaman dari Sesar Naik Flores di utara Bali hingga Nusa Tenggara bersifat permanen.

"Melihat banyaknya bangunan rumah yang rusak, penting ada upaya nyata dan serius dalam merealisasikan bangunan tahan dan aman gempa. Jika tidak, setiap terjadi gempa kuat, masyarakat akan terus menjadi korban," kata Daryono dalam tulisannya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gempa Dahsyat NTT Bawa Ancaman Permanen, Pakar Beri Peringatan


Most Popular
Features