HP Biasa Mulai Ditinggalkan, Ponsel Jenis Ini Guncang Pasar 2026

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 August 2026 21:00
Harga laptop masih mengalami kenaikan di beberapa toko ITC Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Harga laptop masih mengalami kenaikan di beberapa toko ITC Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri ponsel global diprediksi memasuki fase perubahan besar pada 2026. Di tengah kenaikan harga komponen dan konsumen yang semakin lama mempertahankan perangkatnya, ponsel konvensional diperkirakan mulai kehilangan daya tarik. Sebaliknya, HP lipat justru diproyeksikan mencatat pertumbuhan pesat.

Kelangkaan chip memori menjadi salah satu pemicu kenaikan harga perangkat elektronik, termasuk HP. Sejumlah analis yang dikutip Financial Times memperkirakan harga komponen dapat melonjak signifikan dan mendorong harga ritel perangkat elektronik hingga 20%.

Kondisi ini berpotensi menekan permintaan, dengan IDC memproyeksikan pasar HP global dapat menyusut hingga 5% pada 2026 dalam skenario pesimistis.

"Tahun 2026 akan bergairah untuk kategori HP lipat dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, dibandingkan patokan 6% pada proyeksi sebelumnya," kata Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC.

IDC memperkirakan pengapalan HP konvensional atau non-foldable akan turun 1,4% pada 2026. Sebaliknya, pengiriman HP lipat diproyeksikan melesat 29,7%. Momentum tersebut didorong semakin banyaknya produsen yang masuk ke segmen ini, termasuk Samsung dengan Galaxy Z TriFold dan Huawei dengan perangkat berbasis HarmonyOS Next.

"Samsung akan memulai 2026 dengan Galaxy Z TriFold, yang memperkenalkan HP lipat tiga ke pasar mainstream secara global, dan membangun momentum dari kesuksesan Galaxy Z Fold7 di 2025," ujar Popal.

Perhatian terbesar tertuju pada Apple yang diperkirakan memasuki pasar HP lipat untuk pertama kalinya pada akhir 2026. VP Client Devices IDC Francisco Jeronimo menilai langkah tersebut berpotensi menjadi titik balik bagi adopsi HP lipat di pasar mainstream.

"Langkah Apple akan mendorong minat pada kategori HP lipat. Apple cenderung berperan sebagai katalis untuk adopsi kategori produk baru bagi pasar mainstream," kata Jeronimo.

Menurut Jeronimo, HP lipat memang masih menjadi produk niche dari sisi volume, tetapi memiliki nilai ekonomi besar bagi produsen. Harga jual rata-rata HP lipat diperkirakan mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan HP standar. Di tengah konsumen yang semakin lama menggunakan perangkat, inovasi layar lipat dinilai dapat menjadi alasan baru untuk melakukan upgrade.

IDC memperkirakan kategori HP lipat akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 17% hingga 2029. Angka tersebut jauh di atas pertumbuhan segmen HP konvensional yang diproyeksikan kurang dari 1%. Dari sisi sistem operasi, Android diperkirakan mendominasi pasar HP lipat pada 2026 dengan pangsa 61%, disusul Apple 22% dan HarmonyOS Next 17%.

Proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi global, harga komponen, strategi produsen, dan respons konsumen. Namun, masuknya Apple serta semakin agresifnya inovasi Samsung dan Huawei menunjukkan 2026 berpotensi menjadi tahun penting bagi masa depan HP lipat.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Galaxy Z Fold8 Pakai Teknologi Baru Samsung yang Lama Dirahasiakan


Most Popular
Features