Amerika Ditinggalkan, Ulah Trump Bawa Berkah Tak Terduga Buat China
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Donald Trump sudah beberapa kali mencanangkan kebijakan kontrol ekspor yang justru menjadi 'senjata makan tuan'. Salah satu yang paling terkenal adalah larangan ekspor chip dan alat pembuat chip canggih ke China, demi menghambat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Negeri Tirai Bambu.
Bukannya berhasil, kebijakan itu justru membuat China termotivasi untuk mengembangkan industri chip domestik. Saat ini, China bahkan makin mengejar ketertinggalan dari AI unggulan (frontier) asal AS, dengan mengedepankan model-model AI sumber terbuka (open-source) dan bobot terbuka (open-weight).
Kontrol ekspor AS yang berdampak ke bisnis negara lain secara tak terduga juga membawa berkah baru bagi China. Samsung Electronics dan SK Hynix asal Korea Selatan dilaporkan sedang mengevaluasi peralatan pembuat chip buatan Advanced Micro-Fabrication Equipment (AMEC) asal China untuk potensi penggunaan di pabrik-pabrik mereka di China.
Langkah ini diambil sebagai strategi lindung nilai (hedge) terhadap risiko pengetatan kontrol ekspor dari AS, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Sebagai informasi, Departemen Perdagangan AS sempat menetapkan status pabrik Samsung dan SK Hynix di China sebagai "validated end users" (VEU) pada 2023 lalu. Status VEU itu mengizinkan impor peralatan AS tertentu yang terkontrol tanpa harus mengajukan izin individual.
Namun, Washington mencabut otorisasi VEU tersebut pada 2025 dan belakangan hanya memberikan izin tahunan bagi kedua produsen chip untuk memasukkan peralatan manufaktur ke fasilitas mereka di China selama periode 2026.
Meski demikian, menurut sumber dalam kepada Reuters, kedua perusahaan tetap waspada bahwa pembatasan di masa depan dapat meluas melebihi pengadaan peralatan baru. Misalnya mencakup pemeliharaan, perbaikan, hingga penggantian mesin-mesin Barat yang sudah terpasang di pabrik mereka di China.
Akibatnya, kedua produsen chip ini menyiapkan pemasok lokal China sebagai opsi cadangan untuk mempertahankan dan memperbarui lini produksi yang ada, bukan untuk memperluas kapasitas manufaktur di China, tambah sumber tersebut.
Samsung mengoperasikan pabrik chip memori NAND flash di Xi'an, sementara SK Hynix memiliki fasilitas NAND di Dalian serta pabrik chip memori DRAM di Wuxi. Pabrik-pabrik mereka di China sangat bergantung pada alat etching yang dipasok oleh perusahaan-perusahaan AS, termasuk Applied Materials dan Lam Research.
Pengujian Alat China di Pabrik Samsung dan SK Hynix
Menurut sumber Reuters, Samsung dan SK Hynix mulai menguji peralatan grafir (etching) milik AMEC sekitar dua tahun lalu, di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai apakah Washington akan terus mengizinkan mereka mengimpor mesin pembuat chip buatan AS ke China.
Meskipun proses evaluasi ini belum menghasilkan keputusan untuk penerapan secara lebih luas, hal ini memberikan kesempatan langka bagi perusahaan yang berbasis di Shanghai tersebut untuk mendapatkan validasi dari produsen chip terkemuka dunia.
Secara lebih luas, pengujian ini menyoroti sebuah paradoks di jantung kebijakan kontrol teknologi AS, Kebijakan yang dirancang untuk membatasi ambisi semikonduktor Beijing justru menciptakan peluang bagi pesaing asal China untuk mengamankan pijakan di pabrik-pabrik milik asing yang beroperasi di China.
Seluruh sumber menolak disebutkan namanya karena sensitivitas isu ini.
Dalam sebuah pernyataan resmi kepada Reuters, Samsung menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menguji peralatan AMEC untuk digunakan di pabrik China mereka dan tidak pernah mempertimbangkannya.
SK Hynix menolak memberikan komentar. Sementara itu, AMEC dan Bureau of Industry and Security (BIS)-lembaga yang menegakkan kontrol ekspor pemerintah AS-tidak segera merespons permintaan konfirmasi.
Peluang Besar Buat China
Bagi AMEC dan jajaran produsen peralatan semikonduktor China yang sedang berkembang, mengantongi persetujuan dari Samsung atau SK Hynix akan menjadi bentuk pengakuan komersial yang sangat kuat.
Meskipun produsen peralatan China masih tertinggal dari rival luar negeri dalam hal litografi tingkat lanjut dan beberapa sistem inspeksi, mereka berhasil memangkas jarak pada area seperti etching, deposition, cleaning, dan planarisation-sering kali dengan biaya yang jauh lebih murah.
Peralatan buatan China bisa dijual 20% hingga 30% lebih murah dibandingkan peralatan sejenis dari pemasok kawakan luar negeri, menurut Dan Hutcheson, Wakil Ketua lembaga riset TechInsights.
Peralatan AMEC sendiri telah digunakan oleh produsen chip terkemuka China, termasuk produsen NAND Yangtze Memory Technologies Co (YMTC). Hal ini memberikan keyakinan lebih bagi Samsung dan SK Hynix bahwa beberapa sistem tersebut sudah cukup matang untuk diuji, kata para sumber.
Kebangkitan pemasok China dapat menjadi tantangan jangka panjang bagi pemain dominan seperti Applied Materials, Lam Research, dan KLA, serta rival asal Jepang dan Eropa yang telah lama menguasai segmen kunci pasar fabrikasi wafer.
Pasar China tetap menjadi pilar penting bagi perusahaan-perusahaan global tersebut. Applied Materials mencatatkan pendapatan sebesar US$ 8,53 miliar dari China pada tahun fiskal 2025, atau setara dengan 30% dari total penjualannya.
Kendati demikian, setiap terobosan bagi pemasok China tetap akan menghadapi berbagai ganjalan, termasuk proses kualifikasi yang memakan waktu lama, jaringan layanan yang masih terbatas, isu kekayaan intelektual, hingga potensi tekanan politik dari Washington.
Selain itu, belum jelas apakah produsen chip asal Korea Selatan berani memasang peralatan China di pabrik domestik mereka di Korea karena risiko keamanan dan kekayaan intelektual.
Namun, pembatasan ekspor AS terbukti telah membuka celah yang subur bagi industri peralatan di China. Deutsche Bank memperkirakan bahwa Naura Technology, AMEC, Piotech, dan ACM Research masing-masing akan mencetak pendapatan lebih dari US$1 miliar pada tahun 2026.
Secara akumulatif, mereka diperkirakan sanggup menguasai 25% hingga 30% dari total pasar peralatan fabrikasi wafer di China yang diproyeksikan mencapai US$ 28 miliar tahun ini. Jika tidak memperhitungkan sektor litografi dan metrologi, pangsa pasar pemasok lokal China bahkan bisa mendekati 40%.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]