Cara Bos ChatGPT Mengasuh Anak Bikin Merinding Seperti di Dunia Lain

Redaksi,  CNBC Indonesia
04 August 2026 20:20
Sam Altman, CEO OpenAI, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 7 Juli 2026. (REUTERS/Brendan McDermid)
Foto: Sam Altman, CEO OpenAI, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 7 Juli 2026. (REUTERS/Brendan McDermid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ide mengasuh anak yang dikemukakan pendiri OpenAI Sam Altman justru memicu hujatan dari netizen. Pasalnya, ia mengusulkan agar momen berharga bersama anak digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI.

Melalui unggahannya, Altman menyebutkan cara asik menggunakan layanan ChatGPT. Menurutnya, orang tua bisa menghubungkan kalender keluarga dan memasukkan minat anak ke dalam sistem AI tersebut.

"Setiap pagi saat perjalanan ke sekolah, minta AI membuatkan siaran yang membahas pertandingan sepak bola salah satu anak, ulang tahun yang akan datang, hingga berita terkini," tulisnya, dikutip dari laman Futurism, Senin (3/8/2026).

Namun usulan itu justru disambut dengan reaksi yang keras. Banyak pihak menilai hal itu seperti membiarkan mesin mengambil alih peran utama orang tua dalam berkomunikasi langsung dengan anak.

Salah satu tanggapan yang paling banyak disukai datang dari sutradara animasi Alex Hirsch.

"Bagaimana kalau Anda mengobrol saja dengan anak-anak Anda?" tulisnya singkat namun tajam. Tanggapan itu bahkan mendapat apresiasi hampir 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan unggahan asli Altman.

Sejumlah tokoh lain ikut menyuarakan keresahan. Pelawak Gianmarco Soresi menilai gagasan tersebut sangat tidak pantas. Ia terkejut melihat tokoh utama pengembang AI ternyata begitu jauh dari keseharian manusia biasa.

"Saya terus kepikiran. Bukan hanya karena ide itu buruk, tapi karena dialah orang yang paling gencar menawarkan AI kepada masyarakat luas, namun tak sadar bahwa hal itu tidaklah diinginkan banyak orang," ujarnya.

Menariknya, pandangan yang lebih masuk akal justru datang dari rekan dekat Altman sendiri. Presiden OpenAI Greg Brockman menyadari bahwa manusia tetap mengutamakan hubungan antarmanusia, bukan digantikan mesin.

Dalam unggahannya, Brockman mengatakan banyak karyawan yang menghubungkan layanan percakapan buatan mereka ke sistem kerja internal. Namun ternyata, rekan kerja tidak senang jika dibantu oleh robot.

"Orang-orang tidak suka jika rekan kerjanya meminta bantuan lewat AI, padahal mereka dengan senang hati akan membantu jika diminta langsung oleh manusia," tulisnya.

Hal itu menegaskan bahwa masyarakat mengharapkan AI untuk meringankan beban pekerjaan dan memberi lebih banyak waktu berkualitas, bukan menjadi penghalang dalam hubungan antarmanusia.

Altman memang sudah lama menyuarakan pandangan soal AI. Saat tampil di acara bincang-bincang bersama Jimmy Fallon akhir tahun lalu, ia mengaku merasa mustahil mengasuh anak tanpa bantuan AI.

Ia juga pernah menyampaikan pandangan kontroversial lain bahwa anak-anaknya mungkin tidak akan lebih pintar dibanding kecerdasan buatan, tetapi akan jauh lebih mumpuni. Altman pun mengakui adanya risiko hubungan yang tidak sehat antara manusia dengan mesin, dan mengakui bahwa hasil kerja AI terkadang tidak dapat dipercaya sepenuhnya karena sering menciptakan informasi yang tidak nyata.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kelakuan Manusia 'Paling Budak' AI Diungkap, Bos ChatGPT Sampai Malu


Most Popular
Features