Usher GIIAS Direkam Diam-Diam, Bisa Dilacak Pakai Aplikasi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan sedang viral di media sosial ada kreator konten yang merekam usher di acara GIIAS 2026 dengan menggunakan kacamata pintar tanpa izin. Disebutkan bahwa kacamata pintar yang digunakan untuk mereka terlihat seperti kacamata pada umumnya, sehinggga sulit untuk dikenali.
Jika khawatir kejadian ini akan terjadi pada Anda suatu hari nanti, tenang, karena ada aplikasi yang diklaim dapat mendeteksi keberadaan kacamata pintar.
Aplikasi itu bernama Antizuck Smart Glasses Scanner yang tersedia untuk iPhone. Aplikasi itu dapat dibeli di App Store dengan harga Rp 49.000. Namun sayang, aplikasi Antizuck belum tersedia bagi pengguna Andorid di Google Play Store.
Pada dasarnya aplikasi Antizuck dirancang untuk memperingatkan pengguna ketika kacamata pintar kemungkinan berada di dekat kita.
AntiZuck bekerja dengan memindai sinyal Bluetooth yang terkait dengan berbagai perangkat smart glasses, termasuk Meta Ray-Ban, Snap Spectacles, Amazon Echo Frames, dan RayNeo. Aplikasi ini mengusung pendekatan yang berfokus pada privasi dengan melakukan seluruh proses deteksi secara lokal di perangkat pengguna tanpa mengumpulkan data pribadi, melacak lokasi, atau mengakses kamera dan mikrofon.
Alih-alih mencoba mengidentifikasi siapa yang mengenakan kacamata pintar atau memastikan apakah perangkat tersebut sedang merekam, AntiZuck hanya mendeteksi siaran Bluetooth di sekitar pengguna yang menyerupai perangkat smart glasses yang telah dikenali.
Pengguna dapat melihat kekuatan sinyal, tingkat keyakinan deteksi, serta riwayat kemunculan perangkat yang sama. Aplikasi juga dapat mengirimkan peringatan lokal ketika mendeteksi perangkat yang kemungkinan merupakan smart glasses.
Deteksi lewat Bluetooth
PetaPixel melaporkan bahwa AntiZuck memantau iklan Bluetooth atau Bluetooth advertisements dari perangkat di sekitar dan menampilkan hasil deteksi melalui antarmuka yang mudah dipahami. Aplikasi menampilkan sinyal di sekitar sebagai titik-titik (blips), lengkap dengan estimasi kedekatan perangkat dan tingkat keyakinan deteksi.
Namun, kemampuan deteksi tetap bersifat 'best effort' karena kacamata pintar tidak terus-menerus memancarkan sinyal Bluetooth dan biasanya hanya terdeteksi saat dinyalakan, dipasangkan (pairing), atau ketika kotak pengisi daya dibuka.
Berbeda dengan banyak aplikasi lain yang mengandalkan pemrosesan berbasis cloud, AntiZuck menyimpan seluruh data deteksi di perangkat pengguna. Aplikasi ini tidak memerlukan akun, tidak menampilkan iklan, tidak menggunakan pelacakan analitik, dan tidak mengunggah riwayat sinyal ke server eksternal.
Selain itu, AntiZuck tidak mengakses kamera, mikrofon, rekaman layar, maupun data lokasi pengguna. Pengembang menegaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran terhadap keberadaan sinyal perangkat di sekitar tanpa mencoba mengidentifikasi individu, mengonfirmasi aktivitas perekaman, atau menentukan arah perangkat.
Saat ini, AntiZuck baru tersedia di App Store untuk iPhone dan iPad. Aplikasi tersebut dijual dengan skema pembelian satu kali tanpa sistem berlangganan, tanpa kewajiban membuat akun, tanpa iklan, dan tanpa pelacakan analitik.
Menurut pengembang, pembaruan berikutnya akan terus meningkatkan akurasi deteksi, kemampuan widget, serta kontrol pengguna, sambil tetap mempertahankan pendekatan yang berfokus pada privasi lokal di perangkat.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]