Kiamat Driver Online Makin Dekat, Tandanya Muncul di AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator keselamatan jalan raya Amerika Serikat (AS) memberikan persetujuan penting kepada robotaxi tanpa setir milik Zoox, unit kendaraan otonom Amazon. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) memberikan izin kepada Zoox untuk melakukan penyebaran komersial terbatas robotaxi tanpa setir. Persetujuan ini menjadi yang pertama di industri layanan transportasi otonom.
Zoox mengatakan keputusan NHTSA memberikan persetujuan federal bagi perusahaan untuk mulai mengenakan biaya kepada penumpang. Layanan berbayar akan dimulai di Las Vegas sebelum diperluas ke pasar lain setelah memenuhi berbagai persyaratan di tingkat negara bagian.
Pengecualian yang diberikan NHTSA membebaskan Zoox dari sejumlah aturan federal yang mewajibkan adanya kendali manusia pada kendaraan. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang mengembangkan robotaxi dari nol, bukan memodifikasi mobil konvensional berdasarkan regulasi keselamatan yang dibuat jauh sebelum teknologi mobil tanpa pengemudi berkembang.
Zoox menggunakan kendaraan listrik bergaya kereta dengan dua baris kursi yang saling berhadapan dan mampu melaju hingga 120 kilometer per jam. Perusahaan itu kini bersaing dengan Tesla dan Waymo milik Alphabet untuk memperluas layanan transportasi otonom di Amerika Serikat.
Administrator NHTSA Jonathan Morrison mengatakan Zoox mendapat izin untuk mengoperasikan hingga 2.500 kendaraan secara komersial pada masing-masing dari dua tahun ke depan.
Saat ini Zoox masih mengangkut penumpang di sebagian wilayah Las Vegas dan San Francisco dalam tahap pengujian. Dengan pengecualian tersebut, Zoox diizinkan mengenakan tarif kepada penumpang, dengan syarat memperoleh persetujuan dari otoritas negara bagian dan pemerintah daerah.
NHTSA menyatakan kendaraan Zoox memiliki tingkat keselamatan yang setara dengan kendaraan yang memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal, meskipun beberapa persyaratan tertentu dikecualikan. Zoox juga tidak diizinkan menjual kendaraan tersebut kepada masyarakat umum.
"Kami dapat mengatakan dengan cukup jelas bahwa sistem yang ada pada Zoox melampaui persyaratan kinerja setara dari kendaraan yang memenuhi aturan," kata Morrison, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2026).
"Namun kami tetap ingin memastikan bahwa sistem mengemudi otomatis akan beroperasi dengan semestinya," ujarnya.
Sebagai bagian dari persetujuan itu, NHTSA mewajibkan Zoox memberikan laporan tambahan terkait kecelakaan, kendaraan yang berhenti tidak semestinya di jalan, serta berbagai insiden lain. Regulator juga akan menyesuaikan persyaratan berdasarkan perilaku kendaraan di lapangan.
Morrison menegaskan NHTSA memiliki kewenangan untuk mencabut pengecualian tersebut jika menemukan masalah keselamatan yang serius.
"Kami memiliki kemampuan untuk mencabut pengecualian ini jika melihat adanya masalah keselamatan yang besar," katanya.
NHTSA juga mewajibkan seluruh operator jarak jauh Zoox berada di wilayah Amerika Serikat. Perusahaan itu harus mempublikasikan peta wilayah operasi kendaraan otonomnya.
Morrison mengatakan NHTSA menargetkan penyusunan standar keselamatan federal pertama untuk sistem mengemudi otomatis sebelum masa pemerintahan Presiden Donald Trump berakhir. Regulator juga mengusulkan perubahan terhadap sejumlah aturan lama yang masih berorientasi pada pengemudi manusia, termasuk kewajiban pedal rem dan kaca spion.
Regulator AS kini berupaya mengubah aturan agar lebih banyak kendaraan tanpa pengemudi dapat beroperasi, sambil tetap menjaga aspek keselamatan.
Awal bulan ini, Morrison mengirim surat kepada para pengembang kendaraan otonom agar segera fokus memperbaiki masalah yang diidentifikasi NHTSA sebagai pola yang jelas dari kendaraan tanpa pengemudi yang mengganggu penegak hukum dan petugas tanggap darurat.
Sejumlah insiden seperti robotaxi yang melintasi bus sekolah yang berhenti, memasuki zona konstruksi, berhenti mendadak di jalan yang tergenang banjir atau persimpangan padat, hingga melanggar aturan lalu lintas telah memicu kekhawatiran publik mengenai keselamatan dan mendorong penarikan kembali kendaraan.
"Jika kami terus melihat masalah, kami tidak akan ragu menggunakan seluruh kewenangan penegakan hukum yang kami miliki," kata Morrison.
Setelah surat tersebut diterbitkan, Zoox menarik kembali 105 kendaraan otonomnya untuk memperbarui perangkat lunak. Perusahaan menyatakan kendaraan itu berpotensi gagal mendeteksi asap tebal, terutama dalam kondisi darurat yang sedang berlangsung.
(wur) [Gambas:Video CNBC]