China Balas Dendam, Tidak Ada Ampun Buat Amerika

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
28 July 2026 17:00
Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - China menyebut Amerika Serikat (AS) melakukan 'hegemoni AI'. Kementerian Perdagangan China juga memastikan akan melakukan pembalasan atas aksi AS yang menuding mereka melakukan pencurian teknologi.

"Untuk setiap tindakan yang menyebabkan kerugian substansial pada kepentingan China, China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah secara tegas," kata juru bicara kementerian, dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2026).

Sebelumnya, AS mengancam akan melakukan penyelidikan, sanksi, dan pembatasan perdagangan. China juga dituduh menggunakan metode distilasi untuk meniru model AI milik AS.

Distilasi model merupakan teknik pelatihan AI ketika pengembang menggunakan keluaran (output) dari model yang lebih canggih untuk melatih atau meningkatkan sistem lain.

Permasalahan ini bermula setelah Moonshot AI dari Beijing merilis Kimi K3. Peluncuran tersebut memunculkan perdebatan di Washington terkait dugaan peniruan yang dilakukan oleh China.

Bahkan, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, menyatakan bahwa Moonshot mengembangkan Kimi K3 dengan memanfaatkan model Claude Fable 5 milik Anthropic. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah mengantongi informasi terkait tuduhan tersebut.

Selain itu, Moonshot juga dituduh mengakuisisi server dengan chip Nvidia GB300 dan mengaksesnya di Thailand. Cara ini diduga dilakukan agar perusahaan dapat melatih model AI terbarunya.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut memastikan bahwa perusahaan-perusahaan China dapat menghadapi sanksi jika terbukti melakukan pencurian teknologi.

"Saat perusahaan-perusahaan China melakukan penyulingan terselubung berskala industri yang melewati batas hingga pencurian kekayaan intelektual, sanksi dan pemblokiran masuk dalam Daftar Entitas (Entity List) akan dipertimbangkan," jelas Bessent.

Sementara itu, pihak Moonshot menolak anggapan bahwa peningkatan performa Kimi K3 berasal dari hasil distilasi. Perusahaan menegaskan bahwa mereka melakukan inovasi orisinal pada arsitektur dasarnya.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-Ramai Pakai Teknologi China, Amerika Langsung Teriak Maling


Most Popular
Features