Pengganti Starlink Bisa Nyambung Langsung ke HP, Elon Musk Minggir

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
28 July 2026 14:35
Stasiun luar angkasa komersial Vast's Haven-1 terhubung melalui terminal laser ke jaringan satelit SpaceX Starlink. (Ilustrasi: AP Photo)
Foto: Stasiun luar angkasa komersial Vast's Haven-1 terhubung melalui terminal laser ke jaringan satelit SpaceX Starlink. (Ilustrasi: AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon berencana menghadirkan layanan internet satelit yang terhubung langsung ke perangkat, sama seperti yang sudah diluncurkan Starlink pada 2022 lalu. Perusahaan telah meminta izin regulator federal Amerika Serikat (AS) untuk akses layanan tersebut.

Permintaan itu diajukan untuk menyetujui peluncuran hingga 5.105 satelit sebagai bagian dari konstelasi yang akan menyediakan konektivitas nantinya.

Amazon telah membicarakan rencana peluncuran jaringan bernama Direct-to-Device (D2D) pada April lalu. Jaringan itu akan menyediakan konektivitas langsung ke ponsel pintar (smartphone) atau perangkat lainnya. Satelit akan bertugas sebagai pengganti menara seluler yang ada sebelumnya.

Saat itu, perusahaan mengumumkan akuisisi operator satelit Globalstar dengan kesepakatan senilai US$11,6 miliar (sekitar Rp209,9 triliun). Peluncuran jaringan D2D dengan infrastruktur Globalstar diperkirakan dapat dilakukan mulai tahun 2028 mendatang.

Amazon juga menyebut akan menggabungkan infrastruktur satelit dan spektrum Globalstar pada permohonan terbarunya.

Target layanan terbaru Amazon ini adalah pengguna yang belum atau kurang terlayani oleh penyedia layanan nirkabel yang ada. Selain itu, layanan ini juga dapat mendukung

operasional darurat seperti pencarian dan penyelamatan, koneksi di lokasi kerja, armada, serta rantai pasokan di wilayah yang sulit terjangkau jaringan terestrial.

"Amazon berharap bisa mewujudkan janji konektivitas D2D, termasuk bagi jutaan orang yang tinggal, bepergian, dan bekerja di tempat yang berada di luar jangkauan jaringan saat ini," isi laporan tersebut, dikutip dari CNBC International, Selasa (28/7/2026).

Sejauh ini, lebih dari 390 satelit Amazon telah ditempatkan di orbit dan bisa mulai memberikan layanan awal pada akhir tahun 2026.

Starlink sendiri telah merilis layanan serupa yang dikenal sebagai Direct-to-Cell. Sejak diumumkan pada 2022, layanan tersebut baru mulai meluas pada tahun 2025.

Delapan operator di berbagai negara sudah bisa mengakses layanan ini, mulai dari T-Mobile (Amerika Serikat), Optus (Australia), Rogers (Kanada), One NZ (Selandia Baru), KDDI (Jepang), Salt (Swiss), Entel (Chili), hingga Entel (Peru).

Starlink juga telah mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel milik EchoStar guna mendukung jaringan milik perusahaan.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Opsel Mulai Ditinggalkan, 12 Juta Orang Sudah Pakai Penggantinya


Most Popular
Features