Chat AI di Claude Muncul di Google, Lupa Blokir Semua Bocor
Jakarta, CNBC Indonesia - Ratusan percakapan chatbot AI Claude sempat muncul di hasil pencarian Google dan dapat diakses publik. Temuan ini memicu kekhawatiran karena sejumlah percakapan yang terekspos dilaporkan memuat data penting, mulai dari rekam medis, dokumen internal perusahaan, hingga nama dan nomor telepon anak-anak.
Masalah tersebut pertama kali ditemukan pengguna Reddit. Mereka menekukan bahwa ketika mengetik seperti "site:claude.ai/share" di Google, mesin pencari menampilkan daftar panjang percakapan Claude yang sebelumnya dibagikan melalui fitur share chat.
Selain percakapan, sejumlah Artifacts atau aplikasi mini dan dokumen interaktif yang dibuat pengguna di dalam Claude juga ikut muncul dalam hasil pencarian.
Masalah ini diduga berasal dari fitur share chat Claude yang memungkinkan pengguna membuat tautan agar percakapan atau proyek dapat dilihat oleh siapa pun yang memiliki URL tersebut.
Pada antarmuka Claude tertulis, "Anyone with the link can view" atau "Siapa pun yang memiliki tautan dapat melihatnya."
Kalimat tersebut mengindikasikan bahwa fitur itu dirancang agar pengguna dapat membagikan percakapan kepada teman, rekan kerja, atau kelompok kecil, bukan untuk diindeks dan ditampilkan ke seluruh internet.
Sebagai perbandingan, Google Docs memiliki fitur serupa, tetapi dokumen yang dibagikan tidak otomatis muncul di hasil pencarian Google.
Perusahaan pengembang Claude, Anthropic, menyatakan bahwa tautan percakapan hanya akan muncul di hasil pencarian apabila sebelumnya dipublikasikan di tempat yang dapat diakses mesin pencari, seperti forum atau media sosial. Menurut perusahaan, tautan yang hanya dikirim secara pribadi kepada seseorang tidak akan muncul di Google.
"Kami memberikan kendali kepada pengguna untuk membagikan percakapan Claude mereka secara publik, dan sesuai dengan prinsip privasi kami, kami tidak membagikan direktori percakapan maupun sitemap kepada mesin pencari seperti Google," ujar Juru bicara Anthropic, Amie Rotherham, dikutip dari TechCrunch, Selasa (28/7/2026).
Tautan yang dapat dibagikan, kata dia, tidak dapat ditemukan kecuali pengguna memilih untuk membagikannya sendiri.
Jadi, ketika seseorang membagikan percakapan, mereka membuat konten tersebut dapat diakses publik dan, seperti konten web publik lainnya, dapat diarsipkan oleh layanan pihak ketiga.
Kasus ini pertama kali disorot oleh seorang pengguna Reddit pada Sabtu (25/7), kemudian diberitakan pertama kali oleh 404 Media pada Senin (27/7) pagi.
Namun, pada Senin sore, pengujian yang dilakukan TechCrunch menggunakan metode pencarian yang sama tidak lagi menampilkan hasil apa pun di Google. Hal itu mengindikasikan bahwa masalah tersebut telah ditangani.
Sebelum akhirnya diperbaiki, Futurism melaporkan menemukan berbagai data sensitif yang dapat diakses publik, termasuk laporan medis milik pasien, hasil uji klinis yang mencantumkan nama pasien, dokumen berisi nama dan nomor telepon anak-anak usia sekolah dasar, dokumen perusahaan yang diberi label hanya untuk penggunaan internal, serta ulasan karyawan yang memuat informasi pribadi pekerja.
Juru bicara Google, Ned Adriance, mengatakan bahwa baik Google maupun mesin pencari lainnya tidak mengontrol halaman mana yang dipublikasikan di web, dan halaman-halaman ini diindeks oleh banyak mesin pencari.
"Kami memberikan pemilik situs kendali yang jelas untuk memutuskan apakah halaman dapat di-crawl atau diindeks, dan kami selalu menghormati arahan tersebut," kata Adriance.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]