China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
28 July 2026 07:55
U.S. President Donald Trump speaks at a Fourth of July rally, marking the 250th anniversary of U.S. independence, on the National Mall in Washington, D.C., U.S., July 4, 2026. REUTERS/Evan Vucci
Foto: REUTERS/Evan Vucci

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah raksasa teknologi memohon kepada pemerintahan Donald Trump untuk mendukung model AI sumber terbuka. Model ini banyak dikembangkan oleh perusahaan China dan digunakan oleh banyak perusahaan Amerika Serikat (AS).

Perusahaan seperti Nvidia, Microsoft, Meta, dan IBM menyampaikan permohonan itu kepada pembuat undang-undang di AS. Mereka harusnya menghindari pembatasan prematur pada model terbuka yang menghambat persaingan atau mendorong inovasi ke luar negeri.

Surat terbuka itu juga mengakui adanya kekhawatiran soal pencurian teknologi. Namun menurut para perusahaan teknologi seharusnya bisa diatasi dengan kerangka hukum dan komersial bertarget, bukan pada pembatasan menyeluruh.

Nvidia dan raksasa teknologi lainnya juga mengatakan tidak aman mengandalkan sepenuhnya pada model tertutup. Karena model tersebut tidak bisa dideteksi oleh pihak luar.

"Model tersebut bisa dibobol, disalahgunakan atau gagal dengan cara tidak bisa dideteksi oleh pihak luar," bunyi surat tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).

"Sebaliknya model terbuka memungkinkan komunitas peneliti dan pengembang luas untuk memeriksa perilaku, mengindetifikasi kerentanan, mengembangkan pengamanan, dan memperbaikinya dari waktu ke waktu," lanjut surat terbuka itu.

Perdebatan soal penggunaan sumber tertutup telah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Pemimpin bisnis di Silicon Valley marah dengan biaya model sumber tertutup.

CEO Microsoft dan Palantir Technologies juga telah mengatakan menggunakan model sumber terbuka di dalam pusat data bisa membantu mengendalikan biaya AI.

Pihak parlemen juga mengkhawatirkan insiden siber model AI buatan OpenAI yang kabur dan menyerang Hugging Face. Model AI tersebut dan AI buatan AS lainnya menggunakan sumber tertutup sehingga tak bisa dimodifikasi untuk dikendalikan.

Dampaknya, Hugging Face harus mengandalkan AI buatan China untuk membendung serangan siber dari AI yang kabur. Para perusahaan teknologi global kini mengusulkan adanya aturan untuk mewajibkan tombol pemutus untuk model AI.

Pemerintahan Trump mempertimbangkan adanya sanksi pada pembuat model sumber terbuka China karena dugaan pencurian teknologi sumber tertutup.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ahli AI Dunia Tinggalkan Amerika, Ini Tujuan Baru Mereka


Most Popular
Features