Baterai Raksasa Setinggi 12 Meter Jadi Sumber Kehidupan Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
27 July 2026 14:20
Pembangkit listrik tenaga pasir skala industri di Pornainen, Finlandia, dapat memenuhi kebutuhan pemanasan kota selama hampir satu bulan di musim panas dan hingga satu minggu di musim dingin. (Dok. Polar Night Energy)
Foto: Pembangkit listrik tenaga pasir skala industri di Pornainen, Finlandia, dapat memenuhi kebutuhan pemanasan kota selama hampir satu bulan di musim panas dan hingga satu minggu di musim dingin. (Dok. Polar Night Energy)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kota kecil di Finlandia punya cara unik untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kota ini memanfaatkan baterai raksasa berbahan dasar batu sabun (soapstone) yang dihancurkan menyerupai pasir sebagai media pemanas jaringan listrik kota.

Pornainen, sebuah kotamadya di Finlandia selatan, kini resmi menjadi rumah bagi baterai pasir aktif terbesar di dunia. Teknologi inovatif ini dikembangkan startup asal Finlandia, Polar Night Energy.

Berbeda dari baterai litium-ion yang menggerakkan mobil listrik, baterai raksasa ini tidak menyimpan energi listrik, melainkan menyimpan energi panas (termal).

Sistem tersebut memanfaatkan pasokan listrik murah yang melimpah saat produksi energi terbarukan sedang melonjak. Listrik murah tersebut digunakan untuk memanaskan ribuan ton soapstone hancur di dalam silo berisolasi khusus.

Panas ekstrem tersebut dapat disimpan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, sebelum akhirnya dialirkan untuk menghangatkan hunian warga dan fasilitas publik.

Mekanisme Kerja Baterai Pasir

Meskipun menyandang istilah "baterai", fasilitas ini tidak menghasilkan ataupun menyimpan listrik secara langsung, melainkan berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi termal (thermal energy storage).

Menurut penjelasan Polar Night Energy, arus listrik dialirkan untuk memanaskan udara. Udara panas tersebut kemudian disirkulasikan melalui pipa-pipa di dalam 2.000 ton batu sabun yang dihancurkan-yang merupakan limbah atau produk sampingan industri perapian di Finlandia.

Material soapstone yang dipanaskan bertindak sebagai penampung energi termal berskala masif. Berkat dinding silo berpenebal khusus, panas di dalamnya dapat terjaga dengan baik.

Saat energi hendak dimanfaatkan, udara dingin dialirkan melewati unit penyimpanan panas tersebut. Energi panas lalu ditransfer ke jaringan pemanas distrik (district heating network) yang menyuplai rumah warga, sekolah, hingga gedung perkantoran. Produsen mengklaim sistem skala besar ini mampu mempertahankan hingga 90% dari total panas yang disimpan.

Solusi Hadapi Musim Dingin Ekstrem

Langkah Finlandia mengadopsi baterai pasir tidak lepas dari kondisi iklimnya. Finlandia mengalami musim dingin yang panjang dan ekstrem, sehingga kebutuhan pemanas menjadi salah satu porsi konsumsi energi terbesar di negara tersebut.

Mayoritas kota di Finlandia mengandalkan sistem district heating, yakni distribusi air panas melalui jaringan pipa bawah tanah ke pemukiman dan kawasan bisnis.

Di Pornainen, baterai pasir telah menjadi tulang punggung jaringan pemanas distrik. Polar Night Energy menyebutkan bahwa kapasitas daya termal sebesar 1 megawatt dan kapasitas penyimpanan 100 megawatt-hour (MWh) mampu menyuplai kebutuhan pemanas kota selama satu minggu penuh di musim dingin, atau hingga satu bulan saat musim panas.

Pangkas Emisi Tanpa Baterai Mahal

Keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya. Alih-alih bergantung pada bahan tambang mahal dan langka seperti litium, kobalt, atau nikel, baterai ini cukup mengandalkan limbah batu sabun yang dulunya terbuang.

Pengoperasian fasilitas ini sukses membebaskan jaringan pemanas distrik di Pornainen dari penggunaan minyak bumi. Selain itu, konsumsi biomassa terangkas hingga 60%, dan emisi karbon sektor pemanas dapat ditekan hingga 70%.

Sistem ini diisi ulang (recharge) menggunakan listrik yang dibeli dari jaringan nasional Finlandia saat tarif berada di titik terendah, khususnya ketika terjadi kelebihan pasokan (surplus) dari pembangkit listrik tenaga angin dan surya.

Jawab Tantangan Krisis Energi

Teknologi penyimpanan energi kini kian krusial di tengah transisi energi global. Pasalnya, pembangkit energi terbarukan seperti angin dan matahari memiliki sifat intermiten (tergantung cuaca), sehingga pasokan listrik berlebih saat cuaca cerah/berangin harus disimpan agar tidak terbuang sia-sia.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mencatat bahwa penyimpanan energi menjadi komponen vital seiring meningkatnya bauran energi terbarukan dalam jaringan listrik dunia. Jika baterai litium-ion memegang peran kunci dalam menyeimbangkan arus listrik, baterai pasir memberikan terobosan jauh lebih murah untuk menyimpan energi terbarukan dalam bentuk panas.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jurus Jitu Telkomsel Jaga Lingkungan, Lewat Cara Ini


Most Popular
Features