Heboh Monyet Tak Punya Jempol Bibirnya Oranye, Ternyata Spesies Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Spesies monyet baru ditemukan di Kongo. Likweli, nama panggilan spesies ini dari masyarakat setempat, jadi satu-satunya yang berhasil diidentifikasi selama 75 tahun terakhir oleh para ilmuwan di Afrika.
Hewan itu memiliki penampakan yang cukup khas, yakni bibir berwarna oranye dengan suara auman yang dalam. Selain itu terdapat bulu hitam mengilap, ekor yang menjuntai dan corak wajah oranye-krem yang mencolok.
Para peneliti dari Florida Atlantic University (FAU) dan City University of New York Graduate Center juga menambahkan spesies Colobus congoensis memiliki karakteristik tengkorak, gigi dan kerangka khas. Selain itu perawakannya juga lebih kecil dari monyet Colobus lainnya hanya 6,8 kilogram saja.
"Hewan ini dibedakan oleh bulunya yang halus dan memantulkan cahaya, serta fitur wajah yang dramatis terbentuk dari bulu wajah hitam panjang dan telinga besar yang terlipat," kata FAU dikutip dari CNN Internasional, Senin (27/7/2026).
Likweli ditemukan pertama kali pada 2008. Saat itu para peneliti yang bekerja di wilayah timur-tengah Kongo memotret seekor monyet tidak biasa.
Baru 10 tahun kemudian pengamatan yang lebih jelas dilakukan. Total 114 pengamatan dilakukan selama empat tahun dari 2018 hingga 2022.
Usai menemukan spesies ini, para peneliti menyuarakan kekhawatiran soal sebarannya yang terbatas. Hal ini mengingat Likweli berada di wilayah dengan luas sekitar 1.700 kilometer persegi.
Bahkan peneliti dari CUNY mengusulkan Colobus congoensis masih dalam spesies terancam punah. Hal ini mengingat wilayah sebaran yang terbatas, hilangnya habitat dan tekanan perburuan.
"Sebagian besar habitatnya yang diketahui berada di dalam Taman Nasional Lomami, membuat perlindungan wilayah itu sangat penting dalam kelangsungan hidup spesies," jelas para peneliti.
"Mereka adalah monyet Afrika yang tak punya jempol," kata Kate Derwiler dari Florida Atlantic University. "Mereka adalah herbivora, yang memakan kanopi dengan peran yang penting di ekosistem. Kami perkirakan peran mereka terutama terkait pemrosesan biji dan penyerbukan di hutan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]