Perusahaan Tak Terkenal Mendadak Jadi Raja Nomor 1 di China

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 July 2026 16:40
Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)
Foto: Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum banyak orang yang familiar dengan ChangXin Memory Technologies (CXMT). Namanya tak seterkenal raksasa teknologi lain asal China, seperti Alibaba, ByteDance, dan Tencent. Namun, CXMT mendadak jadi sorotan saat dunia mengalami krisis kelangkaan chip memori, imbas lonjakan permintaan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

CXMT sendiri merupakan produsen chip terbesar di China. Para pedagang kripto menilai CXMT pada tingkat harga yang akan menjadikannya perusahaan paling bernilai yang terdaftar di bursa saham China, hanya beberapa hari menjelang debut pencatatan sahamnya (IPO) yang memecahkan rekor di Shanghai.

Startup kripto Trade.xyz menawarkan kontrak yang terkait dengan CXMT di Hyperliquid, sebuah bursa derivatif terdesentralisasi, yang memungkinkan investor berspekulasi mengenai valuasi perusahaan pembuat chip tersebut menjelang IPO resminya.

Kontrak berjangka perpetual yang melacak CXMT diperdagangkan di kisaran US$6,35 per saham di platform Hyperliquid pada Kamis (23/7/2026), setelah sempat mencapai puncaknya di angka US$8,60, hanya beberapa hari menjelang pencatatan saham (listing) besar-besaran perusahaan di Shanghai pada Senin (27/7) mendatang. CXMT tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait valuasi tersebut.

Harga saat ini mengimplikasikan kapitalisasi pasar sekitar US$425 miliar, atau sekitar 2,9 triliun yuan (Rp7.677 triliun). Angka itu menempatkan nilainya di atas Industrial and Commercial Bank of China, perusahaan terbuka terbesar di China yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 2,56 triliun yuan (Rp6.777 triliun), dikutip dari CNBC International, Kamis (23/7/2026).

Harga penawaran awalnya ditetapkan sebesar US8,66 yuan (Rp22 ribu) per saham, yang memberikan perusahaan valuasi sebesar 579 miliar yuan (Rp1.532 triliun) saat pencatatan saham. Angka ini tetap menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah pasar STAR yang berorientasi pada sektor teknologi.

Kontrak Hyperliquid merupakan instrumen derivatif yang memungkinkan pedagang berspekulasi terhadap berbagai aset, seperti kripto, komoditas, dan ekuitas, tanpa harus memiliki aset dasarnya secara langsung.

Premi yang sangat tinggi tersebut sebagian didorong oleh investor luar negeri yang, karena tidak dapat berpartisipasi dalam salah satu pencatatan saham yang paling dinanti di dunia ini, beralih menggunakan infrastruktur kripto untuk menciptakan pasar paralel bagi produsen chip asal China tersebut.

Debut di bursa Shanghai ini pada dasarnya tertutup bagi pihak asing, dan bahkan investor ritel domestik pun menghadapi hambatan besar untuk masuk ke pasar STAR, yang mensyaratkan saldo rekening sebesar 500.000 yuan serta pengalaman perdagangan selama dua tahun.

Para analis berpendapat bahwa besarnya premi tersebut mencerminkan terbatasnya akses, sama besarnya dengan keyakinan terhadap bisnis inti perusahaan itu sendiri.

"Pasar seperti ini tidak sedang menilai perusahaan tersebut. Pasar sedang memprediksi di harga berapa saham itu mungkin akan dibuka," ujar Eric Chen, salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan keuangan Web3, Injective Labs.

Mengingat pola penetapan harga IPO perusahaan China pada umumnya, serta jumlah saham yang beredar di awal (free float) yang terbatas, debut yang kuat merupakan ekspektasi yang wajar, katanya. Namun, karena sebagian besar investor global tidak dapat mengakses saham dasarnya dan hanya sedikit sarana likuid untuk melakukan short selling atas saham tersebut, harga yang terbentuk mencerminkan pandangan para pelaku pasar yang paling optimistis.

"Sebagian dari premi harga tersebut merupakan bentuk prediksi," kata Chen. "Sebagian lainnya semata-mata mencerminkan harga yang bersedia dibayar pasar global untuk mendapatkan eksposur yang tidak bisa mereka peroleh secara langsung di pasar saham," ia menjelaskan.

Pencatatan saham produsen chip memori DRAM terbesar keempat di dunia ini juga berlangsung di tengah siklus kenaikan industri memori yang bersejarah, di mana permintaan yang didorong oleh AI dan kekurangan pasokan global telah mendongkrak harga di seluruh industri. Perusahaan ini diperkirakan akan menggalang dana hingga US$8,6 miliar (Rp154 triliun) dalam aksi korporasi yang akan menjadi IPO terbesar di Asia tahun ini.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Teknologi China Guncang Amerika, Penciptanya Ditawar Rp 929 Triliun


Most Popular
Features