Heboh Trump Pasang Tarif Rp 1,7 M, Dihujat Mentang-Mentang Presiden

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
20 July 2026 16:00
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang keamanan pemilu selama pidato kenegaraan dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 16 Juli 2026. (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)
Foto: (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan media sosial milik Donald Trump dikabarkan menawarkan akses lebih cepat ke unggahan Trump di Truth Social dengan tarif mencapai US$100.000 atau sekitar Rp1,7 miliar per bulan.

Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan yang memiliki platform Truth Social, disebut telah membahas biaya tersebut dengan para pedagang Wall Street dan perusahaan investasi.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, TMTG juga menawarkan harga diskon sebesar US$60.000 atau sekitar Rp1,07 miliar per bulan bagi perusahaan yang bersedia berlangganan selama tiga tahun.

TMTG pada Kamis (16/7) memperkenalkan layanan berbayar bernama Truth API. Layanan ini menyediakan akses data tercepat ke unggahan dari 10 akun Truth Social paling berpengaruh.

Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan harga layanan tersebut secara resmi. TMTG menyebut Truth API akan mulai diluncurkan pada 1 Agustus dan telah mendapatkan pelanggan, meski tidak menjelaskan siapa saja pelanggan tersebut.

Langkah ini menjadi upaya pertama TMTG masuk ke bisnis lisensi data sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Unggahan Trump di Truth Social memang sering memengaruhi pasar keuangan. Jadi, kecepatan mendapatkan informasi akan menjadi sangat penting bagi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi karena selisih beberapa milidetik saja bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan ribu dolar dalam transaksi besar.

Salah satu contohnya terjadi pada 9 April 2025. Indeks-indeks utama Wall Street berbalik menguat tajam setelah Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa ia akan menunda sebagian besar tarif baru selama 90 hari.

Truth API akan memberikan akses sepanjang waktu ke unggahan akun-akun berpengaruh, termasuk arsip unggahan sejak 2022. Sejumlah akun dengan pengikut terbanyak di Truth Social merupakan milik Trump, putranya Donald Trump Jr. dan Eric Trump, serta pendukungnya seperti Dan Bongino dan Sean Hannity.

Dikritik Bisa Menguntungkan Keluarga Trump

Rencana tersebut langsung menuai kritik dari Partai Demokrat. Senator AS Ron Wyden menilai layanan itu berpotensi memberikan keuntungan finansial kepada keluarga Trump sekaligus memperkaya para pedagang Wall Street.

Senator Elizabeth Warren juga menyebutnya sebagai skema yang sangat buruk.

"Ini adalah skema keterlaluan untuk mengambil keuntungan dari jabatan presiden dan memperkaya Wall Street, tanpa melakukan apa pun untuk membantu rakyat Amerika," kata Warren, dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026).

Donald Sherman, presiden kelompok pengawas nonpartisan Citizens for Responsibility and Ethics in Washington, menilai skema Truth API tersebut "sangat tidak etis" karena presiden berpotensi mendapatkan keuntungan dari pembayaran untuk akses lebih cepat ke unggahannya.

Namun, ia mengatakan masih sulit menentukan apakah skema tersebut melanggar hukum berdasarkan informasi publik yang tersedia.

"Saya rasa Kongres atau badan regulator mana pun tidak pernah membayangkan bahwa seorang presiden atau penggerak pasar akan terlibat dalam pengaturan semacam ini, yakni akses yang harus dibayar," ujar Sherman.

TMTG sendiri menghadapi tantangan dalam mengembangkan bisnis medianya di tengah persaingan ketat dengan perusahaan media sosial yang lebih besar.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Kena Batunya, China Sekarang Sudah Jauh Lebih Maju


Most Popular
Features