China Pamer Pembunuh Android dan iPhone, Ini Kecanggihan HP AI Agentic
Jakarta, CNBC Indonesia - Startup kecerdasan buatan (AI) asal China, StepFun, memperkenalkan HP yang diklaim sebagai smartphone agentic AI pertama di dunia. Perangkat tersebut dikembangkan untuk menjalankan berbagai tugas secara mandiri melalui agen AI, tanpa mengharuskan pengguna membuka aplikasi satu per satu.
Peluncuran dilakukan dalam sebuah acara di Shanghai pada Senin (13/7). StepFun, yang didukung Tencent Holdings, memperkenalkan StepX Neo, smartphone yang menggunakan sistem operasi Step AOS, yakni platform yang dirancang khusus untuk agen AI. Perusahaan juga meluncurkan StepX, yang diklaim sebagai merek terminal AI pertama di dunia yang dibangun secara native berbasis large language model (LLM).
Berbeda dengan smartphone biasa, StepX Neo dirancang dengan AI sebagai pusat operasinya. Menurut StepFun, perangkat tersebut mampu memahami permintaan pengguna, mengoordinasikan berbagai layanan sekaligus, hingga menyelesaikan tugas yang kompleks secara otomatis.
HP tersebut dibekali asisten AI pribadi bernama Amoo, yang terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi Step AOS.
StepFun juga mengumumkan integrasi dengan sejumlah layanan digital terbesar di China, seperti Alipay untuk pembayaran, Trip.com untuk pemesanan perjalanan, Didi Chuxing untuk layanan transportasi online, serta Meituan untuk berbagai layanan on-demand. Integrasi tersebut memungkinkan Amoo menyelesaikan berbagai aktivitas lintas platform tanpa campur tangan pengguna.
Peluncuran ini menunjukkan makin sengitnya persaingan global di industri AI. Sejumlah perusahaan kini berlomba menguasai seluruh ekosistem AI, mulai dari model bahasa besar, sistem operasi, hingga perangkat keras.
Di Amerika Serikat, persaingan tersebut bahkan memicu konflik hukum. Apple pekan lalu menggugat OpenAI dengan tuduhan merekrut mantan karyawan dan calon pegawainya untuk memperoleh rahasia dagang terkait produk Apple yang belum dirilis.
Sebelumnya, OpenAI juga telah mengumumkan kerja sama dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat keras khusus bagi ChatGPT.
Di tengah persaingan para raksasa teknologi AS, StepFun justru ingin membuktikan bahwa masa depan perangkat lunak mobile akan dipimpin oleh ekosistem AI yang berdiri sendiri.
Pendiri sekaligus CEO StepFun, Yin Qi, mengatakan agen AI membutuhkan sistem operasi yang dibangun dari nol, bukan sekadar menambahkan fitur AI ke platform seluler yang sudah ada.
"Agen AI membutuhkan sistem operasi yang dirancang dari awal, bukan fitur AI yang ditambahkan ke platform seluler yang sudah ada," kata Yin, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (15/7/2026).
Ia menilai sistem operasi smartphone saat ini memang tidak pernah dirancang untuk menjalankan tugas secara otonom.
Yin juga mengatakan StepFun tidak akan mengandalkan sumber pendapatan konvensional seperti penjualan perangkat keras, biaya aplikasi bawaan, maupun iklan. Hingga kini perusahaan belum mengungkapkan jadwal peluncuran komersial maupun harga StepX Neo. Sebagai gantinya, StepFun akan terus mengeksplorasi model monetisasi baru untuk perangkat AI-native.
StepFun didirikan pada 2023 oleh mantan eksekutif Microsoft Research Asia, Jiang Daxin. Perusahaan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Tencent Holdings serta produsen perangkat keras seperti ZTE.
Pada Mei lalu, StepFun berhasil menghimpun pendanaan pra-IPO hampir US$ 2,5 miliar, sehingga valuasi startup AI tersebut mencapai sekitar US$ 10 miliar.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]