Inti Bumi Setop Berputar Lalu Berbalik Arah, Dampaknya Terasa Manusia

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
16 July 2026 07:35
Pemandangan Bumi, yang sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang ditangkap melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada pukul 18.41 EDT (22.41 GMT) tanggal 6 April 2026, selama penerbangan lintas Bulan oleh awak Artemis II dan diperoleh oleh Reut
Foto: Pemandangan Bumi, yang sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang ditangkap melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada pukul 18.41 EDT (22.41 GMT) tanggal 6 April 2026, selama penerbangan lintas Bulan oleh awak Artemis II dan diperoleh oleh Reuters pada tanggal 7 April 2026. (via REUTERS/NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan menemukan fenomena tak biasa pada inti Bumi. Inti planet ini dilaporkan sempat berhenti berputar dan diduga mulai bergerak ke arah sebaliknya. Perubahan tersebut bahkan disebut dapat memengaruhi kehidupan manusia.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience. Dalam studi tersebut, tim peneliti dari Universitas Peking, China, mengungkap adanya anomali pada inti Bumi yang mengindikasikan perubahan pola rotasi dalam skala puluhan tahun (dekade).

Mereka juga menambahkan temuannya dapat membantu memahami apa yang terjadi di bagian bawah Bumi dan akhirnya memengaruhi permukaan, dikutip Popsci, Senin (13/7/2026).

Inti Bumi terdiri dari dua lapisan yakni inti luar cair dan padat. Pada bagian padat, ia terbuat dari besi yang benar-benar berputar.

Seismolog Yi Yang dan Xiaodong Song, dua penulis penelitian, mengamati gelombang seismik Bumi. Mereka menganalisis perbedaan pada bentuk gelombang dan waktu tempuh saat gempa Bumi melewati jalur yang sama sejak 1960-an.

Gempa Bumi yang diselidiki terjadi pada 1995 hingga 2021.

Sebelum 2009, ternyata rotasi inti Bumi sedikit lebih cepat daripada permukaan dan bagian mantel. Namun kemudian melambat dan berhenti sekitar tahun tersebut.

Tim peneliti juga percaya hasil tersebut bisa dikaitkan dengan pembalikan rotasi inti pada tujuh dekade. Ini terjadi pada awal 1970-an, ungkap mereka.

Selain itu, tim juga menjelaskan variasi ini berkaitan dengan perubahan kecil pada pengamatan geofisika di permukaan. Misalnya, panjang hari atau perubahan medan magnet.

Volatilitas di rotasi inti Bumi, berpengaruh terhadap variasi waktu yang dihabiskan oleh Bumi untuk berotasi pada sumbunya. Akhirnya, manusia di permukaan Bumi merasakan panjang hari berubah-ubah.

Para penulis studi menyimpulkan fluktuasi rotasi inti sejalan dengan sejumlah perubahan periodik menunjukkan interaksi antara lapisan pada Bumi yang berbeda satu sama lain.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat Makin Dekat, Sehari Makin Lama Makin Panjang


Most Popular
Features