HP China Makin Tidak Laku, Nasib Pedagang Memprihatinkan di 2026

Redaksi,  CNBC Indonesia
14 July 2026 17:15
Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global, imbas lonjakan permintaan data center AI, telah berdampak pada industri perangkat elektronik konsumen seperti HP, laptop, dan konsol game. Menurut laporan firma riset Counterpoint, pengiriman HP global sepanjang kuartal-II (Q2) 2026 mengalami penurunan tajam sebesar 11% YoY.

Pabrikan HP China terkena dampak paling signifikan. Xiaomi, Oppo, dan vivo, kompak mencatat penurunan pengapalan double-digit secara YoY pada Q2 2026, menurut laporan terbaru dari Counterpoint, dikutip dari laman resminya, Selasa (14/7/2026).

Kinerja yang melemah dari pabrikan HP China disebabkan meningkatnya volatilitas pasar akibat kenaikan biaya chip memori yang turut menekan permintaan di segmen ponsel murah (entry-level) dan kelas menengah (mid-range).

"Mengingat ketergantungan yang lebih besar pada segmen-segmen tersebut, ketiga merek [China] ini terdampak secara signifikan karena konsumen menunda pembelian, beralih ke perangkat generasi lama yang lebih murah, atau memperpanjang siklus penggantian perangkat," tulis laporan Counterpoint.

Kendati bisnisnya mengalami tekanan, pabrikan China tetap berupaya mengerek minat beli konsumen. Misalnya, Xiaomi menyederhanakan portofolionya dan melonggarkan ketentuan pembiayaan bagi pengecer demi menjaga volume penjualan.


Langkah ini membantu Xiaomi meraih pangsa pasar sebesar 12% dan menempati peringkat ketiga dalam jejeran 'Top 5' HP dengan pangsa pasar global terbesar di Q2 2026. Kendati demikian, pangsa pasar itu menurun dari 14% pada kuartal yang sama tahun 2025.

Pada saat yang sama, Xiaomi juga mencatat pertumbuhan positif di segmen premium, yang didorong oleh seri Redmi Note 15, Redmi K90, dan seri Xiaomi 17.

Oppo dan vivo menempati peringkat keempat dan kelima di pasar pada Q2 2026. Masing-masing menguasai pangsa pengiriman sebesar 11% dan 8%. vivo menghadapi kendala pasokan, dan kenaikan harga baru-baru ini menyebabkan beberapa model utamanya keluar dari kisaran harga krusial, sehingga makin membebani angka pengiriman merek tersebut.

Oppo menghadapi kelesuan di sebagian besar pasar utamanya akibat permintaan yang tetap lemah. Kendati demikian, kinerja yang cukup baik dari lini seri A dan Reno membantu meredam penurunan volume secara keseluruhan, meskipun merek ini terus menghadapi tekanan akibat dinamika biaya di segmen entry-level yang juga berdampak pada industri secara luas.

Jualan HP Makin Susah

Penurunan total pengiriman HP global pada Q2 2026 sebesar 11% juga menandai kemerosotan yang paling dalam untuk Q2 sejak 2013. Menurut Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain, ada beberapa faktor yang memicu tren ini.

Selain faktor utama berupa krisis chip memori global yang mendongkrak biaya komponen untuk produksi HP, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menaikkan harga minyak dan biaya pengapalan juga turut mendongkrak inflasi harga HP.

Faktor-faktor ini 'menghantam' industri HP di kala dunia sedang menghadapi tantangan makro yang luas, lesunya pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang lebih tinggi, serta sentimen konsumen yang berada di titik terendah dalam sejarah. Faktor terakhir paling berdampak pada pembeli yang sensitif terhadap harga.

Jain mengatakan pabrikan-pabrikan HP umumnya merespons kenaikan harga komponen dengan beberapa opsi. Ada yang menaikkan harga jual dan menerima tekanan margin, ada yang menunda peluncuran dan produksi perangkat baru, ada pula yang memperpanjang siklus perangkat generasi lama dan memanfaatkan promo untuk memikat konsumen yang sensitif terhadap bujet.

Prospek untuk sisa tahun 2026 masih penuh tantangan. Counterpoint memperkirakan pengiriman HP global akan turun sekitar 14% sepanjang tahun ini, dengan perkiraan bahwa kelangkaan memori global akan terus berlanjut hingga tahun 2027.

Para pabrikan HP kemungkinan besar akan terus memprioritaskan nilai dibandingkan volume. Mereka disinyalir akan memangkas model dengan margin rendah, melakukan penyesuaian pada konfigurasi dan tingkatan kapasitas penyimpanan, serta lebih mengandalkan perangkat rekondisi dan generasi sebelumnya untuk mempertahankan konsumen yang sensitif terhadap harga.

Tren premiumisasi diperkirakan akan tetap bertahan cukup baik sepanjang sisa tahun ini, didukung oleh skema pembiayaan, loyalitas ekosistem, dan pengalaman ritel berbasis AI. Namun, pemulihan permintaan secara keseluruhan tampaknya tidak akan terjadi sampai kondisi pasokan memori membaik secara signifikan.


HP Samsung dan iPhone Tetap Laris

Samsung masih mempertahankan posisinya sebagai 'raja' HP global di Q2 2026. Pabrikan asal Korea Selatan ini berhasil meraup pangsa pasar sebesar 24% di Q2 2026, meningkat dari sebelumnya 20% di Q2 2025.

Kinerja Samsung tergolong cukup baik di India dan Timur Tengah, didukung oleh ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang lebih minim, serta promosi musim panas yang agresif yang melengkapi momentum produk flagship-nya.

Peningkatan produksi seri Galaxy S26 mendorong pertumbuhan pengiriman secara keseluruhan, dengan varian Ultra tampil sebagai produk yang paling menonjol berkat tingginya permintaan terhadap fitur layar privasi dan kemampuan AI-nya.

Sementara itu, integrasi vertikal, portofolio AI yang diperluas, dan jajaran produk yang diperbarui turut menjaga pertumbuhan Samsung di tengah melemahnya permintaan pada segmen entry-level dan mid-range.

Selanjutnya, Apple menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 20% pada Q2 2026, lebih tinggi ketimbang pangsa pasar 17% di Q2 2025. Apple juga menjadi satu-satunya produsen HP utama yang tidak menaikkan harga produknya selama kuartal tersebut.

Pencapaian ini menandai tren pertumbuhan tahunan yang berkelanjutan bagi merek tersebut, yang didorong oleh performa kuat seri iPhone 17, yakni model dengan volume pengiriman tertinggi secara global, serta permintaan yang tetap tangguh di sejumlah pasar utama.

China tetap menjadi pasar yang relatif lemah, di mana pengiriman Apple mengalami penurunan tahunan meskipun telah ada kampanye promosi awal menjelang festival belanja 618. Hal ini disebabkan diskon tahun ini yang tidak seagresif promosi pada periode yang sama tahun 2025.

Permintaan terhadap model-model iPhone lama juga cenderung melambat, karena alokasi komponen lebih diprioritaskan untuk perangkat generasi terkini di tengah kendala pasokan terkait memori.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat HP China, Xiaomi-Vivo-Oppo Kompak Lakukan Ini


Most Popular
Features