Amerika Kalah Jauh dari China, Sumber Duit Elon Musk Diincar

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 July 2026 14:20
In this July 23, 2020, file photo released by China's Xinhua News Agency, spectators watch as a Long March-5 rocket carrying the Tianwen-1 Mars probe lifts off from the Wenchang Space Launch Center in southern China's Hainan Province. China is fallin
Foto: Misi China ke Mars bernama Tianwen-1 dengan Roket Long March 5. (Yang Guanyu/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah melintasi jarak lebih dari 1 miliar kilometer selama 400 hari, wahana antariksa Tianwen‑2 milik China akhirnya melambat dan mendekati sebuah batu angkasa mungil misterius yang diberi nama Kamoʻoalewa. Berukuran hanya puluhan meter dan berotasi setiap 30 menit, benda ini dikenal sebagai salah satu "bulan" mungil Bumi.

Keberhasilan Tianwen-2 membuat badan luar angkasa China membukukan rekor baru, yaitu objek terkecil yang bisa dikunjungi oleh pesawat buatan manusia. 

Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian ilmiah biasa. Ia adalah tanda paling nyata bahwa peta persaingan teknologi dunia telah bergeser. Jika dahulu Amerika Serikat dan tokohnya Elon Musk tampak melangkah sendirian di garis depan, kini China telah melesat mendekat.

Diluncurkan Mei 2025, Tianwen‑2 tidak sekadar lewat dekat asteroid. Ia akan berdampingan dengan Kamoʻoalewa selama hampir 1 tahun, mempelajari susunan dan strukturnya secara mendalam. Wahana tersebut juga akan mencoba mengambil sampel permukaan menggunakan teknik jangkar, mengunci diri ke permukaan lalu mengebor dengan peralatan ultrasonik.

Jika berhasil, China menjadi negara ketiga yang membawa pulang sampel asteroid, sekaligus pertama yang menguasai metode presisi tinggi ini.

Keberhasilan Tianwen-2 membuat China makin dekat dari posisi negara adidaya baru di luar angkasa. Sebelumnya, China diketahui telah sukses mengembangkan roket serupa dengan Falcon buatan SpaceX yang bisa digunakan berkali-kali. Tiangong milik China juga bakal menjadi satu-satunya stasiun luar angkasa di orbit setelah International Space Stasion dipensiunkan dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber duit Elon Musk

Saingan utama China dalam teknologi luar angkasa saat ini bukan NASA, tetapi SpaceX milik Elon Musk. Kekayaan dan pengaruh Musk bertumpu sepenuhnya pada dua pilar besar yaitu Tesla dan SpaceX.

Menurut data terbaru per awal Juli 2026, kekayaan bersih Elon Musk mencapai US$ 913 miliar, menjadikannya orang terkaya di dunia. Setelah IPO, SpaceX kini menjadi sumber kekayaan terbesar Musk. Tesla yang dulu sumber utama, kini menjadi pilar kedua. Musk memegang sekitar 13%-20% saham.

Kedua perusahaan sumber duit Musk tersebut sekarang teknologinya makin tertinggal dari China. Tesla sudah kehilangan mahkota sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia. Teknologi Tesla juga kalah dari produsen China seperti BYD, NIO, XPeng, dan Zeekr

BYD Blade LFP, misalnya, lebih awet, aman, dan biayanya 30-40% lebih murah dibanding baterai NMC Tesla. Produk model terbaru BYD juga bisa mengisi 10%-80% kapasitasnya hanya dalam 10-12 menit, lebih cepat daripada mayoritas kendaraan Tesla saat ini.

Sistem kendali otonom buatan China juga berkembang pesat dan disesuaikan dengan kondisi jalan di berbagai negara, sedangkan fitur Full Self‑Driving Tesla masih terus ditinjau dan belum sepenuhnya diterima secara luas di banyak wilayah. Tekanan ini membuat pertumbuhan laba dan pangsa pasar Tesla melambat.

Harapan Musk kini bertumpu penuh pada SpaceX. Namun, ternyata di bidang ini, China juga mulai menyalip.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rils 'BYD Baru', Elon Musk Dipepet Habis China


Most Popular
Features