Kejar 5G, Telkomsel Berani Bayar Rp 545,8 Miliar Buat Frekuensi Baru

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
10 July 2026 19:25
Telkomsel
Foto: Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram

Jakarta, CNBC Indonesia - Telkomsel memenangi spektrum frekuensi baru yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot ketersediaan layanan 5G. Operator telekomunikasi pelat merah tersebut berhasil menguasai frekuensi 2,6 GHz dengan penawaran Rp 545,8 miliar.

Kementerian Komunikasi dan Digital hari ini, Jumat (10/7/2026) melaporkan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Dalam pengumuman yang dipublikasikan di website resminya, Komdigi menyatakan lelang penguasaan frekuensi 2,6 GHz diikuti oleh tiga operator seluler yaitu Telkomsel, Indosat, dan XLSmart.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) berada di posisi pertama dengan mengajukan penawaran Rp 545,8 miliar untuk menggunkan spektrum seluas 80 MHz di pita frekuensi 2,6 GHz.

Dua operator lain mengajukan penawaran lebih rendah untuk spektrum yang lebih sempit. PT Indosat Tbk. atau Indosat Ooredoo Hutchison mengajukan penawaran Rp 372 miliar untuk spektrum seluas 60 MHz, sedangkat PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart menawarkan Rp 231,6 miliar untuk spektrum seluas 50 Mhz.

Ketiga peserta lelang diberikan kesempatan untuk menyampaikan sanggahan hasil seleksi secara tertulis disertai bukti pendukung yang memperkuat sanggahan hingga 14 Juli 2026. Apabila tidak ada sanggahan hasil seleksi, tim seleksi akan segera menyampaikan laporan dan rekomendasi kepada Menteri Komunikasi dan Digital.

Selain wajib melunasi Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio (BHP IPFR) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pemenang seleksi dalam 5 tahun ke depan diwajibkan untuk:

  • Pemerataan 4G: Menyediakan layanan akses internet jaringan pitalebar bergerak (mobile broadband) paling rendah menggunakan standar teknologi Long Term Evolution (4G) pada desa/kelurahan yang telah dipilih, dari total 538 desa/kelurahan yang telah ditentukan oleh Kementerian Komunikasi Digital.
  • Akselerasi 5G: Menyediakan layanan akses internet jaringan pitalebar bergerak (mobile broadband) menggunakan standar teknologi International Mobile Telecommunications-2020 (5G) pada kota/kabupaten yang telah dikomitmenkan, dengan target capaian paling sedikit sebesar 51% cakupan populasi nasional.

Makin tinggi frekuensi yang digunakan untuk menyediakan layanan seluler, makin besar kapasitas trafik yang bisa diantarkan. Oleh karena itu, frekuensi 2,6 GHz yang dimenangi oleh Telkomsel disebut pas sebagai infrastruktur penyedia layanan 5G yang berkapasitas besar.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Siap Rebutan Sumber Duit Baru


Most Popular
Features