Emas Senilai Rp 7,5 Miliar Raib Seketika, Waspada Modus Penipuan Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi penipuan di ranah digital kian mengkhawatirkan. Kepolisian lokal di Clallam Country, Washington, Amerika Serikat (AS) melaporkan beberapa warga setempat kehilangan uang lebih dari US$670.000 (Rp12 miliar) hanya dalam tiga hari.
Dikutip dari USAToday, Senin (6/7/2026), salah satu modus yang digunakan penipu adalah menyamar sebagai karyawan perusahaan teknologi. Korban dengan kerugian terkecil sebesar US$3.500 (R63 juta), mengaku membeli gift card Apple untuk penipu yang mengaku sebagai karyawan dukungan teknis Microsoft.
Kasus lain menjerat warga berusia 64 tahun yang kehilangan US$200.000 (Rp3,5 miliar) setelah dibujuk untuk men-download aplikasi palsu dari seseorang yang menyamart sebagai pekerja di bursa pertukaran kripto Coinbase.
Ada pula korban yang kehilangan uang sebesar US$50.000 (Rp900 juta) setelah mengklik email berisi link berbahaya yang memberikan penipu akses ke akun-akun keuangannya.
Kerugian terbesar menimpa orang tua berusia 84 tahun yang menyerahkan emas senilai US$420.000 (Rp7,5 miliar) ke seorang pria yang muncul rumahnya. Sebelumnya, penipu menjebak korban dengan meyakinkan bahwa ia sedang diinvestigasi oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) terkait dugaan pornografi anak dan pencucian uang.
Menurut siaran berita yang dikutip media lokal Peninsula Daily News, para penipu menginstruksikan korban untuk tidak menghubungi aparat penegak hukum setempat dan mengeklaim bahwa bank-bank lokal juga sedang dalam penyelidikan.
"Korban diberi tahu bahwa rekening bank mereka terancam disita dan diperintahkan untuk membeli emas guna melindungi aset mereka," kata laporan tersebut.
"Para pelaku kejahatan ini adalah manipulator profesional yang memanfaatkan rasa takut, kepercayaan, dan urgensi," ujar Wakil Kepala Kepolisian Lorraine Shore dalam pernyataan tersebut.
"Kami mengimbau semua orang untuk berhenti sejenak sebelum mengirimkan uang, membeli emas atau kartu hadiah, ataupun mentransfer mata uang kripto. Panggilan telepon sederhana kepada anggota keluarga tepercaya, pihak bank, atau aparat penegak hukum setempat dapat mencegah kerugian finansial yang berdampak besar pada hidup Anda," ia menuturkan.
Kepolisian menekankan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Microsoft dan Coinbase, maupun lembaga negara seperti FTC, tidak akan melakukan hal-hal berikut ini:
- Mengatakan korban untuk tidak menghubungi pihak berwajib.
- Meminta korban membeli emas, gift card, atau mata uang kripto untuk mengirimkannya ke pelaku.
- Mengirimkan orang untuk mengambil emas, uang, atau barang berharga lainnya ke rumah korban.
- Meminta akses remot ke komputer atau HP pribadi korban.
Sebelum memberikan informasi-informasi sensitif, uang, atau barang berharga lainnya, masyarakat diminta untuk menutup telepon dari penipu, atau keluar dari situs dan email yang mencurigakan. Konsultasi terlebih dahulu ke lembaga resmi, bank, anggota keluarga, teman, atau otoritas setempat.
"Para kriminal ini adalah penipu profesional. Mereka menciptakan ketakutan, urgensi, dan kepercayaan untuk meyakinkan korban agar bertindak sebelum mereka sempat berpikir," kata kepolisian Clallam County.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]