Pabrik iPhone Diserang Maling, Pemerintah Sampai Turun Tangan

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
06 July 2026 19:20
Petugas keamanan memeriksa kendaraan yang melintas di pintu masuk Pabrik Elektronik Tata yang memproduksi komponen iPhone di Hosur, Tamil Nadu, India, 28 September 2024. REUTERS/Haripriya Suresh
Foto: Petugas keamanan memeriksa kendaraan yang melintas di pintu masuk Pabrik Elektronik Tata yang memproduksi komponen iPhone di Hosur, Tamil Nadu, India, 28 September 2024. REUTERS/Haripriya Suresh

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah India mulai menyelidiki kebocoran data yang menimpa Tata Electronics setelah dokumen rahasia terkait iPhone 18 Pro yang belum dirilis bocor ke dark web. Ini menjadi pernyataan resmi pertama pemerintah India mengenai insiden tersebut.

Penyelidikan dilakukan setelah kelompok ransomware membocorkan berbagai file hasil pencurian data dari Tata Electronics, salah satu pemasok Apple di India.

Dokumen yang bocor mencakup daftar komponen sensitif, daftar pemasok, hingga foto-foto iPhone 18 Pro yang belum diluncurkan ke publik.

"Kami sedang menyelidiki," kata Sekretaris Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, S. Krishnan, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).

Krishnan mengatakan insiden tersebut telah dilaporkan kepada Computer Emergency Response Team (CERT-In), lembaga utama pemerintah India yang bertanggung jawab menangani persoalan keamanan siber.

Kebocoran ini dinilai mengancam rantai pasok iPhone yang selama ini dibangun Apple melalui jaringan pemasok global dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi.

Apple sendiri diperkirakan akan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September mendatang. Namun, kebocoran tersebut sedikitnya memuat enam dokumen yang mengungkap perusahaan-perusahaan mana saja yang memproduksi komponen tertentu untuk lini iPhone 18 Pro.

Informasi tersebut selama ini tidak pernah diungkap Apple dalam daftar resmi pemasok yang dipublikasikan perusahaan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Tata Electronics telah menunjuk konsultan global untuk melakukan audit forensik atas insiden tersebut. Langkah itu diambil setelah dokumen milik sejumlah perusahaan teknologi lain, seperti Tesla, Qualcomm, dan TSMC, juga ikut muncul di dark web akibat kebocoran yang sama.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pabrik iPhone India Bobol, Data Rahasia Apple dan Tesla Bocor


Most Popular
Features