China Tanam 66 Miliar Pohon, Hijau Lebih Cepat Dibanding Hutan Alami
Jakarta, CNBC Indonesia - China berupaya merespon fenomena perubahan iklim. Caranya dengan membuat hutan buatan selama 50 tahun terakhir.
Sejak 1978, proyek bernama Great Green Wall telah menanam sekitar 66 miliar pohon. Ternyata hutan buatan ini punya dampak untuk merespon perubahan iklim.
Seorang ahli ekologi lanskap di Universitas Peking, Yuhang Luo berupaya mencari perbedaan dari hutan buatan ini dengan hutan alami. Hutan buatan sendiri diartikan sebagai sengaja diciptakan dan hutan alami tumbuh tanpa ada tangan manusia di dalamnya.
Tim peneliti juga mempelajari keanekaragaman spesies, kepadatan pohon dan usia serta dampaknya pada peningkatan Co2 dan perubahan iklim.
Untuk melakukan pelacakan, mereka menggunakan data satelit untuk melacak indeks luas daun, kepadatan kanopi dan penyerapan karbon.
Dari hasil analisis ditemukan hutan buatan 66% lebih cepat untuk meningkatkan luas daun dari hutan alami. Alasannya karena perbedaan usia, sebab hutan buatan memiliki pohon berusia muda dibandingkan hutan alami.
Dari segi usia dan pertumbuhan, hutan tanam juga jauh lebih unggul. Pertumbuhan 4,6% lebih cepat dari hutan campuran maupun evergreen.
Meski begitu, Luo tetap menekankan keunggulan hutan alami soal penyimpanan karbon dan ketahanan dalam jangka panjang.
"Hutan tanaman bisa menjadi alat ampuh dalam jangka pendek untuk menyerap karbon, namun keunggulan ini bersifat sementara. Untuk penyimpanan karbon jangan panjang dan ketahanan, hutan alami tidak tergantikan," jelasnya, dikutip dari Live Science, Jumat (3/7/2026).
Luo berharap temuan timnya bisa membantu untuk upaya reboisasi. Dengan begitu manusia bisa memanfaatkan penanaman hutan baru sebagai cara mengurangi dampak perubahan iklim.
Sementara itu, proyek Great Green Wall akan tetap dijalankan dengan pembangunan 34 miliar pohon lagi pada pertengahan abad.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]