5 Cara Mudah Tingkatkan Kecerdasan Menurut Ahli Saraf dan Otak
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepintaran dan ketajaman otak bukanlah sesuatu yang tetap sejak lahir saja. Kemampuan berpikir, memahami hal baru, dan mengingat informasi bisa terus ditingkatkan sepanjang hidup.
Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan maupun melatih cara kerja ingatan dalam kegiatan sehari-hari.
Jeff Haden adalah penulis dan kontributor di media Inc. Ia membagikan lima cara yang didasarkan pada ilmu saraf dan penelitian ilmiah. Semua langkah ini mudah dilakukan tanpa biaya mahal atau waktu khusus yang panjang.
Berikut penjelasan lengkapnya yang dirangkum pada Rabu (17/6/2026):
1. Ucapkan Sesuatu dengan Lantang
Mengucapkan nama orang atau fakta tertentu dengan suara keras ternyata membantu proses mengingat. Hal ini terbukti lewat penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology. Para ahli belum menemukan mekanisme biologis yang pasti mengapa cara ini bekerja. Namun mereka memiliki teori yang masuk akal. Saat informasi diucapkan dengan lantang, otak memprosesnya melalui dua jalur sekaligus. Pertama adalah jalur penglihatan saat informasi dibaca atau dilihat. Kedua adalah jalur pendengaran saat suara ucapan tersebut didengar.
Proses ganda ini membuat informasi tersebut berbeda dari sekadar pikiran biasa. Akibatnya, informasi itu lebih menonjol dan tertanam lebih kuat dibandingkan jika hanya dibaca dalam hati.
2. Ingat Kembali Selama 40 Detik
Latihan ini terlihat sederhana namun memberikan dampak yang nyata. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Neuroscience pada tahun 2015 menjelaskan manfaatnya. Meluangkan waktu sekitar 40 detik untuk memutar ulang sebuah peristiwa atau informasi baru dalam pikiran membantu otak mengolahnya dengan lebih mendalam.
Peneliti menemukan bahwa kebiasaan ini mengaktifkan bagian otak bernama cingulate posterior. Bagian ini berperan penting dalam menyusun ingatan dan memahami hubungan antar berbagai informasi. Jika dilakukan secara rutin, latihan ini akan meningkatkan kemampuan mengingat hal-hal yang lebih kompleks dan mendetail.
3. Biasakan Bertanya pada Diri Sendiri
Cara ini mampu meningkatkan daya ingat hingga sekitar 50 persen. Temuan ini terungkap dalam penelitian yang diterbitkan oleh Canadian Journal of Experimental Psychology.
Caranya cukup mudah. Alih-alih menerima informasi secara pasif, ajukan pertanyaan kepada diri sendiri. Contohnya adalah apa inti dari hal tersebut, mengapa hal itu penting, atau apa yang perlu dilakukan setelahnya.
Kebiasaan ini memicu otak untuk bekerja lebih aktif dalam memproses informasi. Cara ini sangat efektif untuk mengingat niat atau tugas yang harus dilakukan di masa depan. Dalam istilah psikologi, kemampuan ini disebut ingatan prospektif.
4. Beri Waktu Istirahat bagi Pikiran
Banyak orang berpikir otak harus terus bekerja tanpa henti agar tetap tajam. Padahal memberikan jeda istirahat sama pentingnya dengan melatih otak. Menurut ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Nature Reviews Psychology, istirahat singkat saja sudah memberikan manfaat besar.
Istirahat dapat dilakukan dengan melamun santai, memejamkan mata selama beberapa menit, melakukan meditasi singkat, atau memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Saat beristirahat, otak tidak berhenti bekerja sepenuhnya. Sebaliknya, ia sedang menyusun ulang dan menyimpan informasi yang baru saja diterima.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa istirahat singkat dengan mata tertutup bisa meningkatkan daya ingat pada tingkat yang hampir sama dengan manfaat tidur semalaman.
5. Tidur yang Cukup dan Nyenyak
Tidur bukan hanya waktu untuk memulihkan tenaga fisik. Ini adalah masa paling penting bagi otak untuk memproses apa yang telah dipelajari. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menunjukkan hasil yang menarik. Orang yang mempelajari materi baru sebelum tidur lalu meninjau kembali secara singkat keesokan harinya bisa meningkatkan daya ingat jangka panjang hingga 50 persen.
Selama tidur, terutama pada tahap tidur nyenyak, otak melakukan pekerjaan penting. Ia memilah informasi yang didapatkan seharian. Ia membuang hal-hal yang tidak terlalu berguna dan menyimpan pengetahuan penting ke dalam ingatan jangka panjang. Jika tidur tidak cukup atau tidak nyenyak, proses ini terganggu. Akibatnya apa yang sudah dipelajari akan lebih mudah terlupakan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]