Ilmuwan Tiba-Tiba Peringatkan Ancaman Gempa Dahsyat di AS

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
28 June 2026 16:20
Citra satelit menunjukkan Avenida La Playa di La Guaira, Venezuela, 8 Mei 2026, sebelum dua gempa bumi dahsyat. (Vantor/Handout via REUTERS)
Foto: Citra satelit menunjukkan Avenida La Playa di La Guaira, Venezuela, 8 Mei 2026, sebelum dua gempa bumi dahsyat. (via REUTERS/VANTOR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi beruntun pada Rabu malam waktu setempat. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa tersebut masing-masing berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Melansir detikinet, getaran gempa dilaporkan dirasakan di berbagai wilayah Venezuela. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap ancaman aktivitas seismik di Amerika Serikat, setelah penelitian terbaru menyoroti tingginya tekanan tektonik di sepanjang sistem Patahan San Andreas dan San Jacinto di California Selatan.

Studi yang dilakukan peneliti dari University of Hawaiʻi dan dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth mengungkap tekanan tektonik di kedua patahan tersebut kini berada pada level tertinggi dalam sekitar 1.000 tahun terakhir. Kondisi itu dinilai menempatkan sistem patahan dalam fase critical loading atau beban kritis.

Penulis utama studi, Liliane Burkhard, mengatakan temuan tersebut bukan berarti gempa akan terjadi besok, tapi sistem tersebut saat ini menanggung beban tekanan tertinggi yang pernah ada dalam sejarah catatan penelitian.

Fokus studi adalah Cajon Pass, lokasi di mana sistem San Andreas dan San Jacinto berdekatan. Celah tersebut dapat bertindak sebagai 'gerbang gempa'. Rekahan saling terhubung semacam ini bisa jauh lebih merusak dari gempa besar yang hanya terjadi di satu patahan, dan berpotensi memengaruhi daerah padat penduduk, termasuk Los Angeles, San Bernardino, sampai Lembah Coachella.

Peringatan ini muncul setelah California Selatan mengalami lonjakan frekuensi gempa signifikan. Wilayah tersebut mencatat 15 rangkaian aktivitas seismik tahun 2024 yang mencakup setidaknya satu gempa bermagnitudo 4,0 atau lebih.

Menurut pakar seismologi Caltech, Lucy Jones, angka tersebut merupakan total tahunan tertinggi dalam 65 tahun terakhir. Wilayah Malibu saja mengalami tiga gempa bumi yang lebih kuat dari magnitudo 4,0 selama 13 bulan.

Ancaman The Big One

Ahli juga lama memperingatkan tentang "The Big One", gempa bumi masif yang berpotensi terjadi di sepanjang Patahan San Andreas, salah satu garis patahan paling signifikan dan paling aktif di California. Diprediksi gempa tersebut dapat mencapai magnitudo 7,8 atau lebih, berpotensi menyebabkan kerusakan di seluruh California Selatan atau kawasan Teluk San Francisco.

Waktu pasti terjadinya gempa berikutnya tidak dapat diprediksi akurat, namun penduduk wajib bersiap. Burkhard mengimbau warga California Selatan untuk menganggap serius kesiapsiagaan, mengenali rute evakuasi, memiliki rencana komunikasi dengan teman dan keluarga, serta menyiapkan tas darurat berisi air, makanan, dan obat.

Jenis aktivitas seismik yang terlihat di Venezuela sangat mirip dengan apa yang berpotensi terjadi di sepanjang wilayah San Andreas. Gempa besar sejenis dapat melumpuhkan infrastruktur vital di seluruh kawasan, termasuk jalan raya, jalur kereta, sistem air, dan listrik.

"Artinya gedung-gedung tinggi kita akan terombang-ambing hebat, dan rumah-rumah akan terayun-ayun seolah-olah seperti perahu kecil di atas ayunan ombak laut. Jadi, kita akan mengalami banyak kerusakan akibat hal tersebut. Kerusakan tidak hanya terjadi di dekat garis patahan," kata Lucy Jones, dikutip dari detikinet, Minggu (28/6/2026).

Meski California Selatan menerapkan standar regulasi bangunan lebih ketat, kerentanan tetap ada. Banyak bangunan tua yang belum diperkuat secara struktural agar tahan gempa dan bahkan bangunan yang lebih baru pun belum tentu terjamin keamanannya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]

Most Popular
Features