Internasional

Skandal Obat Kurus Seret Presiden, Wakil Rakyat Ngamuk ke Menkes

Redaksi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 18:50
Raja Charles dari Inggris dan Presiden AS Donald Trump saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan untuk Raja dan Ratu Camilla di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Selasa (28/4/2026). (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Foto: Raja Charles dari Inggris dan Presiden AS Donald Trump saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan untuk Raja dan Ratu Camilla di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Selasa (28/4/2026). (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan investigasi media kesehatan terkemuka Amerika Serikat, STAT News, memicu badai kontroversi setelah mengungkapkan adanya seorang pasien berusia 79 tahun yang mendapatkan akses istimewa ke obat pelangsing ajaib, retatrutide. Obat tersebut padahal masih dalam uji coba dan belum mendapatkan izin edar resmi dari otoritas kesehatan AS (FDA).

Spekulasi makin meluas dan nama Presiden AS Donald Trump mencuat. Profil Trump, yang baru berulang tahun ke-80 pada 14 Juni lalu, dinilai pas dengan profil sang pasien misterius.

Retatrutide adalah obat yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi raksasa Eli Lilly dan digadang-gadang sebagai terobosan terbaru dalam pengobatan obesitas. Berbeda dengan obat pelangsing yang sudah ada, obat ini bekerja pada tiga reseptor hormon sekaligus sehingga mampu menurunkan berat badan hingga rata-rata 24-29% dalam uji klinis. Khasiat ini setara dengan hasil yang didapatkan pasien gastric bypass atau operasi pengecilan lambung.

Hingga saat ini, obat ini masih dalam tahap uji coba Fase 3 dan belum disetujui oleh FDA untuk penggunaan umum.

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard)Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard) Foto: REUTERS/Nathan Howard

Satu-satunya jalur hukum untuk mendapatkan obat ini selain ikut uji coba adalah melalui program "Penggunaan karena Alasan Kemanusiaan" (Compassionate Use/Expanded Access). Aturan FDA menyatakan jalur ini hanya diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit serius atau mengancam nyawa, tanpa opsi pengobatan lain dan tidak bisa mengikuti uji coba.

Menurut laporan STAT News, hanya satu permohonan akses yang disetujui dari ribuan pasien yang mengajukan. Pasien yang "beruntung" adalah laki-laki yang berusia 79 tahun pada permohonan diajukan pada April 2026. Tiga sumber anonim menyatakan proses persetujuannya melibatkan pejabat kesehatan tingkat tinggi, mengindikasikan orang tersebut memiliki koneksi luar biasa.

Sehari setelah laporan itu, Senator Maggie Hassan dari Partai Demokrat mengirim surat terbuka tertanggal 24 Juni 2026. Menurut MS NOW, Hassan secara tegas bertanya soal Trump. Ia menuduh pemerintah AS menerabas aturan dan menggunakan tekanan politik agar orang Trump mendapatkan retatrutide secara gratis sebelum izin edar terbit.

"Keputusan ini terjadi di saat jutaan warga AS sangat membutuhkan obat ini namun sulit mengakses atau membayarnya," tulis Hassan kepada Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr.

Ia meminta penjelasan lengkap. Siapa pasiennya, siapa yang menyetujui, dan apakah dia orang dekat lingkaran kekuasaan Trump.

Pihak Gedung Putih langsung membantah pada hari Selasa. "Permohonan itu bukan dari Presiden Trump. Tuduhan ini tidak berdasar," kata Kush Desai.

Namun, jawaban itu dianggap belum memuaskan karena tidak menampik apakah pasiennya adalah tokoh lain dekat pemerintah.

Sementara itu, Eli Lilly menyatakan bahwa persetujuan tetap mengikuti semua peraturan yang berlaku, tanpa memberikan perincian identitas demi kerahasiaan medis.

Cara kerja retatrutide adalah mengaktifkan tiga reseptor hormon sekaligus (triple agonist): GLP‑1, GIP, dan Glukagon. Cara kerjanya lebih lengkap dibandingkan obat pelangsing yang sudah ada, terutama Ozempic yang hanya mengandalkan GLP-1.

GLP‑1 yang digunakan oleh Ozempic berfungsi menekan rasa lapar, memperlambat pengosongan lambung, dan meningkatkan produksi insulin agar gula darah terkontrol. Dua reseptor lain yang digunakan pada retatrutide adalah GIP yang berfungsi memperkuat respons insulin dan membantu tubuh mengolah lemak dengan lebih baik, dan
glukagon sebagai komponen tambahan untuk meningkatkan pembakaran energi, memecah cadangan lemak, dan mempercepat metabolisme tubuh, bahkan saat sedang istirahat.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ikan Mati Massal Mengambang, Bumi Mendidih Sebelum Waktunya


Most Popular
Features