Identitas 20 Sisa Manusia Masa Lalu Ditumpuk Terungkap, Ilmuwan Kaget

Redaksi,  CNBC Indonesia
25 June 2026 20:30
Fosil Homo Naledi Hominin. (Photo by GULSHAN KHAN / AFP)
Foto: AFP/GULSHAN KHAN

Jakarta, CNBC Indonesia -  Fakta tak terduga baru terungkap dari penemuan fosil 20 individu spesies manusia purba Homo naledi di sebuah gua terpencil Afrika Selatan. Semua fosil kemungkinan besar berjenis kelamin perempuan. Temuan ini membuat para ahli antropologi dan evolusi manusia terkejut, memicu pertanyaan besar tentang kebiasaan, kehidupan sosial, dan asal-usul leluhur kita.

Fosil-fosil ini ditemukan sejak tahun 2013 di ruang bernama Dinaledi Chamber, bagian dari sistem gua Rising Star, kawasan yang dikenal sebagai "Buaian Manusia" di Gauteng, Afrika Selatan.

Lokasinya sangat sulit dijangkau terletak 80 meter dari pintu masuk utama kemudian harus melewati celah sempit selebar hanya 25 cm dan turun sedalam 12 meter. Ada lebih dari 1.500 potong tulang telah dikumpulkan, mewakili setidaknya 20 individu yang hidup sekitar 236.000-335.000 tahun lalu. Satu era dengan awal kemunculan manusia modern, Homo sapiens.

Selama bertahun-tahun, ilmuwan mengira fosil ini berasal dari berbagai usia dan jenis kelamin. Namun, analisis terbaru menggunakan protein email gigi untuk menentukan jenis kelamin memberikan hasil yang mengejutkan. Seluruh 20 sampel yang dapat diuji, tidak ada satu pun sinyal protein khas laki-laki (AMELY) yang terdeteksi. Semuanya hanya menunjukkan penanda genetik perempuan (AMELX).

"Ini sangat tidak terduga. Kami sempat mengira ada kesalahan prosedur, tapi setelah diulang berkali-kali hasilnya tetap sama," ujar peneliti utama dalam studi tersebut. Kemungkinan temuan acak mendapatkan 20 individu semuanya perempuan secara kebetulan sangatlah kecil, kurang dari satu persen.

Temuan ini memunculkan beberapa teka-teki besar. Bagaimana mereka masuk ke gua yang lokasinya sangat terpencil dan berbahaya. Tidak ada jejak hewan pemangsa atau tanda air banjir yang memaksa mereka untuk "lari" ke lubang tersebut.

Salah satu teori terkuat adalah bahwa kelompok Homo naledi secara sengaja membawa dan meletakkan jenazah ke ruang di sudut terdalam gua. Perilaku "upacara" yang selama ini dianggap hanya dimiliki oleh manusia cerdas dengan otak besar.

Pertanyaan berikutnya adalah alasan semua fosil yang ditemukan adalah perempuan? Jika ini adalah tempat pemakaman, kenapa hanya jenazah perempuan yang ada di sana? Apakah ada peran khusus perempuan dalam kelompok ini, atau apakah ini merupakan tempat istirahat terakhir bagi anggota tertentu saja? Belum ada jawaban yang pasti.

Kebiasaan kompleks ini menimbulkan pertanyaan soal "budaya" pada manusia purba. Homo naledi memiliki otak kecil (seukuran jeruk), tapi memiliki ciri-ciri tubuh yang mirip manusia modern. Temuan baru ini menunjukkan bahwa kecerdasan dan kebiasaan sosial sudah berkembang jauh lebih awal dari kemunculan Homo sapien.

Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku kompleks seperti merawat jenazah mungkin sudah muncul lebih awal dan pada spesies yang kita kira tidak memiliki kemampuan itu. Jika benar mereka punya kebiasaan pemakaman, berarti ikatan sosial dan ide tentang kematian sudah ada jauh lebih dulu dari yang diduga.

Sampai saat ini, teka-teki soal 20 fosil di ujung gua masih menjadi topik perdebatan hangat. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah ini memang pola sosial, kebiasaan pemakaman, atau faktor lain yang belum terungkap. 

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan Ungkap Alasan Sains Manusia Jarang yang Kidal, Bukan Kebiasaan


Most Popular
Features