Mirip Manusia di Rahim, Lahir Bayi Spesies Lain
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian berhasil merekonstruksi pola pertumbuhan bayi Neanderthal dalam kandungan yang berasal dari 50 ribu hingga 60 ribu tahun lalu. Ternyata bayi tersebut memiliki kemiripan dengan manusia modern.
Spesimen bayi Neanderthal itu ditemukan di Gua Sesselfelsgrotte di Jerman. Terdapat 12 fragmen tulang milik Neanderthal pranatal atau disebut Sesselfelsgrotte telah digali.
Para peneliti melakukan analisa dengan menggunakan tomografi mikrokomputasi. Pemindaian mikro-CT dilakukan pada fragmen tulang paha (femur), tulang lengan atas (humerus), tulang lengan bawah (ulna), tulang betis (fibula), tiga tulang rusuk, rahang bawah (mandibula), tulang belakang (vertebra), dan tulang dahi (frontal).
Berikutnya membandingkan dengan kerangka bayi yang ditemukan di La Ferrasie dan Le Moustier Perancis, serta manusia modern. Hasilnya, bayi Neanderthal itu mirip dengan bayi prematur Romawi-Britania berusia 30-36 minggu dari situs arkeologi berusia kurang dari 2.000 tahun.
"Semua tulang menunjukkan pola mikroanatomi yang luas dan konsisten dengan pertumbuhan janin manusia modern pada trimester terakhir kehamilan delapan hingga sembilan bulan," kata para penulis studi, dikutip dari IFL Science, Rabu (24/6/2026).
Meski begitu, para peneliti mengatakan tidak bisa membuat komentar umum mengenai perkembangan janin Neanderthal dengan satu kerangka yang tidak lengkap.
Para peneliti juga menemukan sisa tubuh dua anak Neanderthal lain di gua yang sama. Dari hasil analisa, mereka menyatakan kemungkinan kedua anak itu kekurangan vitamin D.
Gigi anak-anak itu menunjukkan adanya dentin interglobular akibat mineralisasi yang buruk. Kondisi serupa sering telihat pada anak manusia modern penderita rakhitis.
"Ini menjadi bukti paling awal terdapat penyakit tulang metabolik pada manusia bukan termasuk anatomi modern hingga sekarang," jelas para peneliti.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]