Pura-pura Kerja Pakai Keyboard Palsu, Karyawan Bank Kena PHK Massal
Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya beberapa karyawan untuk terlihat sibuk saat jam kerja justru berujung petaka. Salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, Wells Fargo, memecat puluhan pegawai setelah menemukan praktik manipulasi aktivitas komputer agar seolah-olah mereka tetap bekerja.
Kasus ini mencuat setelah perusahaan melakukan investigasi internal terkait penggunaan perangkat yang mampu mensimulasikan aktivitas pada komputer. Hasilnya, sejumlah karyawan terbukti menggunakan alat khusus untuk membuat sistem mencatat mereka sebagai aktif meski tidak sedang bekerja.
"Setelah meninjau tuduhan yang melibatkan simulasi aktivitas keyboard yang menciptakan kesan kerja yang aktif," kata perusahaan dalam pengajuan kepada Otoritas Regulasi Industri Keuangan (FINRA) terkait alasan pemecatan, dilansir Quartz, dikutip Minggu (21/6/2026).
Juru bicara Wells Fargo menjelaskan pihak bank tak bisa menoleransi perilaku tersebut. "Wells Fargo memiliki standar tinggi untuk karyawan dan tidak menoleransi perilaku tidak etis," ucapnya.
Para pekerja menggunakan alat keyboard palsu yang dikenal sebagai mouse jiggler, perangkat yang membuat kursor terus bergerak sehingga komputer terlihat tetap digunakan.
Mereka yang menggunakan alat ini membuat komputer juga tidak berubah menjadi mode tidur, meskipun tidak menggunakannya.
Ternyata alat mirip mouse jiggler banyak beredar di pasaran. Bahkan produk-produk tersebut sempat populer di kalangan pekerja yang menjalani sistem kerja jarak jauh selama pandemi Covid-19. Sebab alat ini membuat para pegawai bisa berpura-pura bekerja tanpa diawasi bos secara langsung seperti saat bekerja di kantor.
Dalam beberapa kesempatan, sistem bekerja jarak jauh atau dikenal sebagai work from home (WFH) memang menjadi perdebatan. Banyak pihak yang khawatir soal tingkat keterlibatan karyawan saat bekerja dari rumah.
State of the Global Workplace dari Gallup juga mengungkapkan hal serupa. Laporan itu mencatat 62% pekerja di seluruh dunia tidak terlibat dalam pekerjaannya.
Sebanyak 15% disebut tidak terlibat secara aktif. Mereka menjelaskan dirinya memiliki manajer atau pekerjaan yang buruk dan aktif mencari pekerjaan baru.
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]