iPhone Tak Aman! Krisis Ekstrem Berlanjut-Bos Apple Bongkar Rencana

Damiana,  CNBC Indonesia
20 June 2026 07:45
CEO Apple Tim Cook memegang iPhone 17 pro dan iPhone Air, saat Apple mengadakan acara di Steve Jobs Theater di kampusnya di Cupertino, California, AS, 9 September 2025. (REUTERS/Manuel Orbegozo)
Foto: CEO Apple Tim Cook memegang iPhone 17 pro dan iPhone Air, saat Apple mengadakan acara di Steve Jobs Theater di kampusnya di Cupertino, California, AS, 9 September 2025. (REUTERS/Manuel Orbegozo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga produk Apple, termasuk iPhone sepertinya tidak akan terhindarkan. Setidaknya demikian mengacu ucapan CEO Apple Tim Cook saat merespons krisis memori yang tengah melanda dunia.

Analis menyatakan, bahkan Apple tidak mempan dari efek krisis yang disebut sudah level ekstrem dan terus meluas ini. Di mana, Apple selama ini dipandang selalu mampu mengelola biaya.

Hal itu terungkap dalam wawancara Tim Cook dengan Wall Street Journal, pekan ini, seperti dikutip dari CNBC International, Sabtu (20/6/2026).

Memang, Tim Cook tidak blak-blakan kapan akan menaikkan harga serta jenis produk yang akan terdampak. Namun, dia menekankan, harga produk akan dinaikkan akibat kekurangan memori. Kenaikan harga itu dikatakan "tidak dapat dihindari".

Dikatakan, situasi krisis memori ini menyebabkan kondisi yang tak berkelanjutan.

Dia pun memaparkan jenis memori yang dibutuhkan Apple, yaitu DRAM, digunakan untuk penyimpanan data jangka pendek. Dan NAND, yang sering disebut sebagai solid state drive dan digunakan untuk penyimpanan data jangka panjang.

Ditambahkan, chip AI untuk pusat data menggunakan memori bandwidth tinggi, yang lebih cepat dan membutuhkan daya lebih besar daripada memori ponsel pintar. Satu chip Nvidia Blackwell B200 memiliki memori bandwidth tinggi sebesar 192GB. Delapan chip tersebut dapat dipasang dalam satu server, dan lebih dari 2.000 server dapat disusun menjadi satu klaster.

Sementara, Apple iPhone hadir dengan RAM 8GB atau 12GB.

Di sisi lain, Tim Cook mengatakan, Apple dapat menggunakan cadangan kasnya untuk membantu meningkatkan pasokan.

"Kami bersedia menggunakan neraca keuangan kami untuk membantu menjadi bagian dari solusi," ujarnya.

Ledakan AI disebut-sebut menyebabkan permintaan memori yang tak terkendali, memicu krisis alias kekurangan di seluruh dunia hingga mendorong kenaikan harga.

Ketika Apple memberi sinyal agar konsumen bersiap dengan kenaikan harga, mengonfirmasi masalah ini cukup besar.

Sejak beberapa tahun terakhir, konsumen berbondong-bondong menggunakan chatbot dan agen AI, memanfaatkan model kecerdasan buatan baru yang canggih yang mengubah cara kita hidup dan bekerja.

Dan tentu saja, ada harga untuk itu. Meski, bukan dengan cara yang mereka harapkan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum komentar lanjut dari Apple.

"Ini menunjukkan betapa dalamnya masalah ini. Bahkan Apple pun tidak bisa aman, meskipun mereka memiliki semua keahlian dan perencanaan jangka panjang, dan segalanya. Ini di luar kemampuan mereka untuk membatasi dampaknya," kata Analis di Gartner, Ranjit Atwal.

(dce/dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga iPhone Bakal Naik Gila-Gilaan, Bos Apple Sudah Pasrah


Most Popular
Features