Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Bawa Kiamat Driver Online

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
19 June 2026 07:50
Robotaxi. (Dok. Uber)
Foto: Robotaxi. (Dok. Uber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uber berencana meluncurkan layanan robotaxi premium di Houston, Amerika Serikat, pada pertengahan 2027. Kota tersebut akan menjadi pasar kedua dalam kerja sama Uber dengan produsen kendaraan listrik Lucid dan perusahaan teknologi kendaraan otonom Nuro.

Pengumuman ini menyusul berbagai persiapan yang tengah dilakukan ketiga perusahaan di wilayah Teluk San Francisco. Mereka menargetkan layanan robotaxi mulai beroperasi di San Francisco pada akhir tahun ini. Uber juga menyatakan program robotaxi tersebut nantinya akan diperluas ke puluhan kota dalam beberapa tahun mendatang.

Uber adalah perusahaan teknologi pertama yang menawarkan layanan transportasi berbasis aplikasi, yang kini disediakan oleh Grab dan Gojek di Indonesia. Startup asal Amerika Serikat ini sempat beroperasi di RI, tetapi kemudian hengkang setelah menjual bisnisnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia kepada Grab.

Dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026), untuk saat ini, fokus Uber berada di San Francisco dan Houston. Di dua kota tersebut, Uber akan berhadapan langsung dengan pesaingnya, Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet yang saat ini telah mengoperasikan layanan robotaxi komersial di kedua wilayah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Nuro telah menguji SUV Lucid Gravity yang dibekali sistem mengemudi otonom miliknya di San Francisco. Perusahaan juga mencatat sejumlah kemajuan, termasuk memberikan kesempatan kepada karyawan Uber untuk memesan robotaxi Lucid.

Meski demikian, kendaraan tersebut belum sepenuhnya beroperasi tanpa pengemudi. Kondisi itu terjadi meskipun Nuro telah memperoleh izin dari Departemen Kendaraan Bermotor California (DMV) bulan lalu yang memungkinkan perusahaan menghapus pengemudi keselamatan dari kendaraan uji mereka.

Sementara itu, armada gabungan Uber dan Nuro yang terdiri dari 100 kendaraan otonom juga tengah menjalani pengujian di jalan raya Houston dengan pengemudi keselamatan tetap berada di balik kemudi. Selain pengujian di jalan umum, Nuro juga memanfaatkan lintasan tertutup dan simulasi untuk memvalidasi sistem swakemudinya sebelum robotaxi dibuka untuk masyarakat luas.

Jumlah armada uji tersebut diperkirakan akan bertambah dalam beberapa pekan mendatang seiring Lucid mulai memproduksi versi komersial pertama robotaxi di pabriknya yang berlokasi di Arizona.

Robotaxi Lucid Gravity yang diperkenalkan pada Januari lalu dilengkapi kamera beresolusi tinggi, sensor lidar solid-state, dan radar. Perangkat tersebut memungkinkan sistem otonom mengenali lingkungan sekitar secara lebih akurat dan mengoperasikan kendaraan secara mandiri.

Dalam kemitraan ini, Uber akan menjadi pemilik sekaligus operator armada robotaxi. Perusahaan juga berfokus mengembangkan pengalaman penumpang di dalam kabin, termasuk cara pengguna berinteraksi dengan kendaraan selama perjalanan.

Sebagai bagian dari persiapan peluncuran di Houston, Uber turut memperluas infrastruktur fisiknya di kota tersebut. Saat ini perusahaan telah memiliki depot seluas 50.000 kaki persegi serta fasilitas pengisian daya khusus yang akan berfungsi sebagai pusat operasional robotaxi.

Kerja sama robotaxi ini juga menjadi angin segar bagi Nuro. Startup kendaraan otonom tersebut melakukan perubahan strategi besar pada 2024 dengan menghentikan pengembangan robot pengantar barang buatannya sendiri dan beralih melisensikan teknologi mengemudi otonom kepada produsen kendaraan serta mitra lainnya.

Di sisi lain, kolaborasi ini juga membantu Lucid yang selama ini menghadapi tantangan dalam meningkatkan penjualan kendaraan listriknya secara massal. Masalah tersebut menjadi tantangan umum bagi banyak startup kendaraan listrik yang masih harus bersaing dengan dominasi Tesla di pasar.

Uber sendiri telah menanamkan investasi langsung pada kedua mitranya. Perusahaan diketahui menggelontorkan sekitar US$500 juta ke Nuro dan berkomitmen menginvestasikan US$500 juta ke Lucid. Selain itu, raksasa layanan transportasi daring tersebut juga sepakat membeli sedikitnya 35.000 unit kendaraan Lucid yang telah disiapkan untuk beroperasi sebagai robotaxi.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat Driver Online Makin Kencang di Amerika


Most Popular
Features