Tabrakan Dua Retakan di Bumi, Jutaan Orang Diancam Gerbang Gempa
Jakarta, CNBC Indonesia - Di bawah permukaan tanah California Selatan, persimpangan dua sistem patahan terkuat di Amerika Serikat kini menahan tekanan tektonik tertinggi dalam 1.000 tahun terakhir.
Temuan penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of Geophysical Research menyoroti bahaya besar di daerah Cajon Pass yang lokasinya sekitar 80 kilometer dari pusat kota Los Angeles. Area tersebut dikenali sebagai titik kritis penentu skala bencana gempa bumi yang mengancam jutaan jiwa orang.
Patahan San Andreas dan San Jacinto telah lama dikenal sebagai sumber gempa bumi besar di bagian barat Amerika Serikat. Namun, di wilayah ini sudah lebih dari 1 abad "aman" dari gempa skala besar.
Dalam masa yang panjang itu, tekanan tektonik terus menumpuk hingga mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di segmen-segmen utamanya. Ini meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi yang mematikan bagi salah satu kawasan terpadat penduduk di Amerika Serikat.
Cajon Pass adalah titik temu yang sangat penting sebagai pertemuan segmen Mojave Selatan dan San Bernardino Utara dari Patahan San Andreas, serta segmen San Jacinto Bernardino dari Patahan San Jacinto.
Melalui simulasi komputer yang merekonstruksi sejarah pergerakan patahan selama 1.000 tahun terakhir, peneliti mengukur tingkat tekanan di ketiga segmen tersebut. Hasilnya, segmen San Jacinto Bernardino memiliki nilai tekanan tertinggi yaitu 3,6, diikuti segmen Mojave Selatan sebesar 2,8 dan segmen San Bernardino Utara sebesar 1,8. Angka-angka ini menunjukkan bagian persimpangan patahan ini kini berada dalam kondisi paling "kencang" dalam satu milenium terakhir.
Penelitian ini juga mengungkapkan pergerakan berbahaya yang ada di Cajon Pass, yang dijuluki sebagai "gerbang gempa".
Titik ini bisa menentukan apakah gempa bumi yang terjadi hanya akan terbatas pada satu patahan saja, atau menyebar dan melompat ke sistem patahan yang terhubung. Jika pergerakan gempa mampu melewati gerbang ini dan menyebar ke jalur lain, skala bencana akan jauh lebih besar gempa akan berlangsung lebih lama, mempengaruhi wilayah yang lebih luas, dan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih parah.Â
Dalam 1.000 tahun terakhir saja, kedua sistem patahan ini telah mencatat setidaknya 36 kali gempa berkekuatan 6,4 magnitudo atau lebih besar. Jika digabungkan, keduanya meliputi sekitar 90% pergerakan lempeng Pasifik dan Amerika Utara yang terjadi di wilayah California Selatan.
Parahnya, karena letaknya yang strategis, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat tinggal jutaan orang, tetapi juga menjadi jalur utama transportasi, jaringan energi, dan jalur perdagangan yang vital bagi perekonomian Amerika Serikat.
Meskipun penelitian ini belum bisa memprediksi waktu gempa besar berikutnya terjadi, temuan menegaskan kenyataan yang mengkhawatirkan tekanan di bawah tanah terus bertambah di salah satu persimpangan patahan paling rumit dan berbahaya di Amerika Utara. Masa tenang yang panjang ini justru menjadi tanda bahwa energi yang tersimpan makin besar, dan ketika akhirnya dilepaskan, dampaknya bisa menjadi salah satu bencana alam terbesar yang pernah dialami wilayah ini dalam sejarah yang tercatat.
Para ilmuwan menekankan bahwa pengetahuan yang lengkap tentang pergerakan patahan di sekitar Cajon Pass sangat penting untuk persiapan dan mitigasi risiko. Saat ini, upaya pemantauan terus diperketat, tetapi ancaman tetap ada karena betapa besarnya energi yang telah menumpuk di retakan besar di bawah tanah itu.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]