Sudah 100 Tahun Hilang, Akhirnya Ditemukan di Wilayah Indonesia

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
18 June 2026 10:25
Blue-fronted lorikeet. (Pexels)
Foto: Blue-fronted lorikeet. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Spesies burung langka terlihat di Pulau Buru, Indonesia dalam sebuah ekspedisi selama 14 hari. Blue-fronted lorikeet yang hanya di Indonesia ini terakhir kali ditemukan 100 tahun lalu.

Sebelumnya spesies ini pertama kali dideskripsikan dari tujuh spesimen pada 1920-an. Pada 2014 sebuah foto yang diambil oleh Craig Robson dalam tur Birdquest memperlihatkan keberadaannya.

Pada April 2026 dilakukan perjalanan ke wilayah Gunung Kapalatmada. Sekelompok pengamat berhasil melihat langsung dua burung Blue-fronted lorikeet.

"Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon di dekatnya, jadi saya mengambil teropong untuk melihat jenis burung apa salah satunya. Saya senang saat menyadari itu burung blue-fronted lorikeet," jelas Direktur Pencarian Burung Hilang, John C. Mittermeier, dikutip dari IFL Science, Kamis (18/6/2026).

Warna burung itu tidak seperti namanya biru, melainkan hijau limau terang dengan paruh oranye. Sayangnya, mereka tidak sempat memotret karena burung itu terbang terlalu cepat.

Beberapa hari kemudian, burung lorikeet lain kembali muncul dan berhasil diambil gambarnya. Ini menjadi foto baru pertama sejak 2014 lalu.

Tim ekspedisi juga berhasil merekam suara burung tersebut. Namun mereka tak yakin berapa banyak burung lorikeet yang tersisa hingga kini.

Koordinator Maluku di Burung Indonesia, Benny A. Siregar mengatakan tantangan keberadaan Lorikeet berasal dari deforestisasi dan aktivitas pertambangan.

"Catatan penampakan yang langka menunjukkan penggunaan habitat yang terbatas," ucapnya.

Temuan burung langka ini menyoroti cara spesies bisa bertahan hidup, meskipun berada di lokasi terpencil. Termasuk juga menjadi tantangan untuk bisa melestarikan hutan.

"Saya berharap lebih banyak orang bisa melihat dan mempelajari lebih lanjut soal burung-burung ini. Pada saat bersamaan juga berharap lebih banyak orang peduli dan berpartisipasi dalam melestarikan hutan yang tersisa di Pulau Buru," kata pemandu dan pemimpin tur Birdtour Asia, Sumaraja.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Viral Kondisi Orang Utan di Kalimantan Memprihatinkan, Ini Penyebabnya


Most Popular
Features