Cahaya Misterius Muncul di Langit Australia, Ternyata dari China

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
15 June 2026 20:30
Roket China yang membawa muatan satelit seberat enam ton melesat di atas Queensland dan New South Wales (NSW), Australia. (Facebook/HigginsStormChasing)
Foto: Roket China yang membawa muatan satelit seberat enam ton melesat di atas Queensland dan New South Wales (NSW), Australia. (Facebook/HigginsStormChasing)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Australia dibuat heboh oleh kemunculan objek bercahaya misterius yang melintas di langit pada pekan lalu (9/6/2026).

Objek tersebut terlihat oleh puluhan warga di negara bagian New South Wales (NSW) dan Queensland, bahkan dilaporkan muncul hingga wilayah Mount Isa di barat laut dan Tumut di selatan, dekat Canberra.

Sejumlah saksi mata mengabadikan fenomena tersebut dan membagikannya di media sosial. Objek yang melaju cepat di langit itu memancarkan perpaduan cahaya biru dan putih yang terang, sehingga menarik perhatian banyak orang.

Dua perempuan di wilayah Gympie, Queensland, turut mendokumentasikan kemunculan objek tersebut.

"Apa yang saya lihat adalah bagian depan berwarna putih, bergerak menembus langit dan memiliki ekor. Dari situ muncul selubung cahaya biru dan kabut putih di belakangnya," kata salah satu perempuan saat rekannya merekam video.

"Ini benar-benar luar biasa, sebenarnya apa itu?" lanjutnya.

Belakangan terungkap, objek tersebut bukanlah fenomena alam atau benda asing misterius. Objek itu merupakan roket yang diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China utara sekitar pukul 17.20 waktu Australia pada Selasa.

Sekitar 20 menit setelah peluncuran, roket tersebut mulai terlihat dari wilayah Queensland. Astrofisikawan dari Universitas Southern Queensland, Jonti Horner, menjelaskan bahwa ketinggian roket membuatnya tetap terkena sinar matahari meski kondisi di permukaan bumi sudah gelap.

"Roket mencapai ketinggian orbit dan melepaskan sejumlah gas," kata Horner, dikutip dari Newscom, Jumat (12/6/2026).

"Awan gas ini diterangi oleh matahari. Meskipun di permukaan Bumi sudah gelap, posisi awan tersebut cukup tinggi sehingga masih berada dalam cahaya matahari,"

"Karena itu, Anda melihat awan gas yang bercahaya bergerak melintasi langit saat peluncuran roket ini melintas di atas wilayah tersebut," tambahnya.

Media pemerintah Turki, Anadolu Ajansi, melaporkan bahwa roket tersebut membawa dua satelit bernama Spacesail DTC01 dan China Mobile 02. Kedua satelit itu berhasil ditempatkan ke orbit sesuai rencana.

Roket yang digunakan dalam misi tersebut bernama Zhuque-2E Y6. Otoritas China menyebut roket itu merupakan bagian dari seri roket yang dikembangkan untuk mendukung misi satelit komersial.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mau Kalahkan Starlink, Amazon Minta Bantuan Apple


Most Popular
Features