China Ucapkan Terima Kasih ke Amerika Serikat, Zalim Bawa Berkah

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
10 June 2026 09:35
A Chinese flag hangs near a Hikvision security camera outside of a shop in Beijing on Oct. 8, 2019. U.S. President Donald Trump has stepped up a conflict with China over security and technology by issuing an order barring Americans from investing in
Foto: AP/Mark Schiefelbein

Jakarta, CNBC Indonesia - Bertahun-tahun Amerika memblokir akses China untuk mendapatkan teknologi chip buatan Negeri Paman Sam. Namun, China justru berterima kasih atas hal tersebut.

Sebagai perusahaan yang masuk daftar hitam AS, Huawei menyebut pembatasan ekspor chip yang diterapkan justru menjadi pemicu kebangkitan industri semikonduktor China. Perusahaan teknologi raksasa itu bahkan mengaku berterima kasih atas tekanan yang diberikan Washington selama beberapa tahun terakhir.

Chairman Bergilir sekaligus Wakil Chairman Huawei, Xu Zhijun, mengatakan sanksi dan pembatasan teknologi dari AS memaksa perusahaan-perusahaan China mempercepat inovasi serta membangun rantai pasok semikonduktor domestik yang lebih kuat.

"Jika Amerika Serikat tidak menekan negara kami, perusahaan kami, dan industri kami, kami tidak akan melakukan hal seperti ini. Namun kami juga berterima kasih kepada AS karena telah memungkinkan rantai industri semikonduktor negara kami benar-benar berkembang," kata Xu dalam sebuah wawancara, dikutip dari Toms Hardware, Rabu (10/6/2026).

Huawei menjadi salah satu target utama kebijakan pembatasan teknologi AS sejak 2019. Saat itu, pemerintahan Donald Trump periode pertama memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan yang membatasi akses perusahaan terhadap teknologi dan pasar Amerika.

Tekanan terhadap industri teknologi China semakin besar setelah pemerintahan Joe Biden pada 2022 memberlakukan kontrol ekspor chip AI canggih. Kebijakan itu melarang perusahaan China memperoleh GPU kelas atas seperti Nvidia A100, H100, serta AMD Instinct MI250 dan MI250X.

Akibat pembatasan tersebut, banyak perusahaan China beralih ke produk dalam negeri. Meski performanya masih tertinggal dari chip buatan Nvidia atau AMD, produsen lokal memperoleh lonjakan permintaan yang memperkuat kemampuan riset dan pengembangan mereka.

Pemerintah China juga terus mendorong kemandirian semikonduktor dengan mengarahkan perusahaan teknologi domestik membeli chip lokal. Beijing bahkan disebut meminta petugas bea cukai memblokir masuknya chip AI H200 dan memperluas pembatasan hingga GPU gaming RTX 5090D V2.

Di sisi lain, CEO Nvidia Jensen Huang berulang kali memperingatkan bahwa larangan ekspor chip AI ke China berpotensi menjadi bumerang bagi AS. Menurut dia, pembatasan tersebut justru mendorong perusahaan China mempercepat pengembangan teknologi alternatif.

Dan prediksi tersebut terbukti. Pangsa pasar chip AI Nvidia di China dilaporkan anjlok menjadi nol persen dari sebelumnya sekitar 95% sebelum kebijakan pembatasan diterapkan. Meski sempat memperlambat perkembangan kecerdasan buatan (AI) China selama beberapa tahun, industri teknologi Negeri Tirai Bambu kini mulai menunjukkan hasil dari investasi besar-besaran pada pengembangan chip buatan sendiri.

"Sekarang momentumnya sangat baik, dan semua pihak mengakui serta mendukungnya," ujar Xu.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukti Nyata China Sudah Tak Butuh Amerika, Trump Akhirnya Kena Batunya


Most Popular
Features