Bos Chip Bawa Kabar Buruk Buat Orang yang Baru Mau Beli HP
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan chip karena permintaan dari industri AI terus menghantui dunia. Bahkan beberapa orang telah meramalkan jika krisis ini terus berlanjut.
Salah satunya dilakukan CEO TSMC C.C. Wei. Raksasa semikonduktor itu diperkirakan bakal sulit memenuhi permintaan pelanggan dalam jangka waktu yang lama.
"Akan butuh waktu lama sebelum kita bisa memenuhi permintaan pelanggan," ungkapnya saat rapat pemegang saham tahunan perusahaan, dikutip dari Tech Spot, Selasa (9/6/2026).
Jelas ramalan buruk itu tidak terlalu mengejutkan. Mengingat raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, AMD, hingga Broadcom sangat bergantung pada TSMC, yang berarti lonjakan permintaan chip AI akan berdampak juga pada perusahaan asal Taiwan.
Wei menjelaskan TSMC tengah berupaya menghindari menghambat rantai pasokan semikonduktor global. Namun dia menambahkan masalahnya bukan lagi soal kapasitas wafer melainkan telah lebih luas lagi.
Sebuah laporan yang dikutip Tech Spot menjelaskan krisis telah meluas ke pemasok peralatan, vendor hulu, daya, kapasitas pembuatan chip dan pengemasan canggih.
Jadi industri lain perlu mengimbangi saat TSMC ingin berupaya lebih banyak lagi.
Wei juga mengingatkan pihaknya juga butuh waktu lama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan AS menggunakan prduksi Amerika. TSMC juga sulit memenuhi tujuan memiliki 30% kapasitas 2 nm atau di bawahnya, karena adanya penundaan izin lingkungan dan kekurangan tenaga kerja.
Soal kenaikan harga juga disingung Wei. Dia mengatakan perusahaannya ingin menaikkan harga karena dampak peningkatan biaya komponen.
Namun dipastikan kenaikan harga tidak akan dilakukan secara tiba-tiba, seperti yang sudah dilakukan produsen memori lain sebelumnya.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]