20 Tahun Lagi Manusia Tak Perlu Bekerja, Uang Tak Ada Harganya
Jakarta, CNBC Indonesia - Orang terkaya dunia Elon Musk kembali mengemukakan ramalannya soal masa depan manusia di Bumi. Saat berbicara di Forum Investasi Arab Saudi-Amerika Serikat di Washington, D.C., CEO Tesla itu menyatakan dalam waktu 10 hingga 20 tahun ke depan, manusia tidak lagi perlu bekerja, karena hampir seluruh tugas dan pekerjaan dapat diselesaikan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI) dan robot canggih.
"Prediksi saya bekerja akan menjadi pilihan saja. Hal itu sama seperti olahraga atau bermain game, sesuatu yang kamu lakukan karena ingin, bukan karena terpaksa," ujar Musk, dikutip dari Fortune. "Jika kamu tetap memilih bekerja, itu persis seperti menanam sayur di halaman rumah daripada membelinya di pasar. Lebih menyulitkan, tapi ada saja orang yang melakukannya semata-mata karena senang melakukannya."
Musk memprediksi jutaan robot berwujud manusia digunakan di seluruh sektor industri dan kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan produktivitas. Saking tingginya produktivitas robot, tenaga kerja manusia tidak lagi dibutuhkan untuk banyak hal.
Ia bahkan menargetkan 80% dari valuasi Tesla di masa depan akan berasal dari proyek robot humanoid Optimus, meskipun proses pengembangannya masih tertunda.
CEO Tesla Elon Musk memegang telepon seluler saat tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci) |
Musk menambahkan bahwa dalam dunia baru uang kehilangan fungsi dan nilainya. Ia mengambil inspirasi dari seri novel fiksi ilmiah Culture karya Iain M. Banks, yang menggambarkan dunia tanpa kelangkaan karena hebatnya kemampuan AI mengelola dunia.
"Di kisah-kisah itu, uang sama sekali tidak ada. Sangat menarik. Dan tebakan saya jika AI dan teknologi robotika terus berkembang, yang hampir pasti akan terjadi. uang pada akhirnya tidak lagi relevan," tambah Musk.
Ramalan Bill Gates dan Sam Altman
Musk bukan satu-satunya bos teknologi yang meramalkan perubahan besar akibat kehadiran AI. Nama-nama terkemuka lain juga telah membagikan ramalan mereka:
Sam Altman (CEO OpenAI - Pencipta ChatGPT)
Sam Altman, CEO OpenAI menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, Selasa (8/7/2025). (David Grogan | CNBC) |
Altman sependapat bahwa AI akan mengubah cara kita bekerja dan cara kekayaan didistribusikan, tetapi ia meyakini perubahan itu akan berlangsung lebih bertahap, dan pekerjaan manusia tidak akan hilang sepenuhnya.
- Ia memprediksi sekitar tahun 2027-2028, AI sudah mampu menangani sebagian besar pekerjaan yang membutuhkan pikiran. Jelang akhir tahun 2028, daya pikir gabungan AI bahkan bisa melampaui total kecerdasan seluruh manusia di dunia.
- Barang dan jasa akan menjadi sangat murah atau bahkan gratis, menciptakan dunia yang berlimpah. Kebutuhan dasar semua orang terpenuhi sehingga dibutuhkan Upah Dasar Universal.
- Sekitar 30%-50% jenis pekerjaan akan berubah dalam waktu 5 tahun, bukan lenyap diganti AI.
- Berbeda dengan Musk, Altman yakin uang tetap akan berguna, namun fungsinya berubah - nilai ekonomi nanti akan lebih banyak tertuju pada hal-hal yang langka seperti lahan, pengalaman hidup, karya kreatif, dan hubungan antarmanusia.
Bill Gates (Pendiri Microsoft)
Bill Gates dan Putri Bungsunya Phoebe Gates. (Instagram/phoebegates) |
Gates memperkirakan perubahan besar mulai terasa dalam 5-10 tahun ke depan, namun ia menegaskan ada jenis pekerjaan yang tidak akan pernah bisa digantikan.
- AI akan memangkas waktu kerja secara drastis sehingga manusia hanya bekerja 3 hari dalam seminggu atau hanya 20 jam sepekan dalam waktu dekat.
- Pekerjaan yang berulang, berbasis aturan, atau yang berhubungan dengan pengolahan data akan hilang paling cepat. Namun, pekerjaan yang membutuhkan empati, penilaian etis, kepemimpinan, kreativitas mendalam, dan hubungan antarmanusia akan tetap ada dan justru semakin bernilai.
Ray Kurzweil (Ahli Teknologi & Futuris Terkenal)
Kurzweil dikenal dengan prediksinya yang sangat rinci tentang kemajuan teknologi. Ia meyakini sekitar tahun 2045, kita akan mencapai apa yang disebutnya "Titik Singularitas" momen saat kecerdasan buatan melampaui kecerdasan manusia, dan peradaban kita berubah total.
- Sebelum titik itu tiba (sekitar 2030-2040), sebagian besar pekerjaan fisik dan kognitif dasar sudah ditangani mesin. Manusia bekerja lebih banyak di bidang penciptaan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
- Ia memandang dunia masa depan bukan tanpa uang, melainkan dunia di mana biaya produksi hampir mendekati nol, sehingga kebutuhan dasar semua orang terpenuhi secara otomatis. Uang tetap ada, namun lebih berfungsi sebagai alat ukur nilai, bukan penentu kelangsungan hidup.
Ekonom berpendapat lain
Meskipun prediksi para tokoh teknologi terdengar meyakinkan, para ekonom menilai gambaran masa depan seperti yang dikemukakan Musk tidak akan mudah tercapai. Mereka menyoroti beberapa kendala utama:
- Biaya pengembangan dan penerapan teknologi robot saat ini masih sangat mahal. Kemampuan AI juga belum berkembang cukup cepat untuk mengubah struktur pasar kerja hanya dalam waktu 20 tahun. Laporan dari Yale Budget Lab bahkan menunjukkan bahwa sejak kehadiran ChatGPT pada tahun 2022, pasar kerja global belum mengalami gangguan besar yang signifikan.
- Perubahan ini berdampak ke jutaan hingga miliaran manusia yang tidak lagi memiliki pekerjaan. Samuel Solomon, ekonom dari Universitas Temple, menyatakan kemauan politik dan pembuatan kebijakan terkait AI punya peran yang sama pentingnya dengan pengembangan teknologi AI. Tanpa persiapan sistem yang matang, transisi ke dunia berbasis AI bisa menimbulkan masalah ketimpangan dan krisis sosial, bukan kesejahteraan merata.
source on Google [Gambas:Video CNBC]


