Opsel Mulai Ditinggalkan, 12 Juta Orang Sudah Pakai Penggantinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan internet berbasis satelit Starlink di bawah SpaceX milik Elon Musk makin banyak digunakan di berbagai belahan dunia. Dalam unggahan di akun resmi Starlink di X, diumumkan bahwa basis penggunanya sudah menembus 12 juta orang.
"Starlink menghubungkan lebih dari 12 juta pelanggana aktif internet cepat di lebih dari 160 negara," tulis akun X Starlink, dikutip Jumat (5/6/2026).
Tingginya peminat Starlink memunculkan kembali kekhawatiran terhadap nasib penyedia operator seluler konvensional. Seperti diketahui, internet satelit bisa terhubung di wilayah remot yang sulit terjangkau infrastruktur konvensional.
Menurut laporan Reuters, dominasi bisnis satelit SpaceX milik Elon Musk diperkirakan akan mendisrupsi industri telekomunikasi Amerika Serikat (AS) yang nilainya mencapai US$1,6 triliun atau sekitar Rp29.200 triliun.
Pasalnya, meskipun Starlink banyak digunakan di wilayah remot, bencana, dan perang, tetapi perkembangannya juga lambat-laun berpotensi menggerus pangsa pasar pemain telekomunikasi tradisional.
Dalam catatan riset yang dirilis baru-baru ini, perusahaan pialang Oppenheimer menyebut penyedia layanan broadband konvensional seperti AT&T menjadi salah satu pihak yang paling berisiko terdampak oleh pertumbuhan Starlink.
Oppenheimer bahkan menaikkan proyeksi pendapatan industri antariksa global pada 2035 menjadi US$800 miliar dari sebelumnya US$500 miliar.
Revisi tersebut dilakukan menjelang penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang sangat dinantikan pasar dan dijadwalkan berlangsung bulan ini.
Ekspansi Starlink juga diperkirakan akan makin menekan perusahaan kabel yang saat ini sudah menghadapi tren penurunan pelanggan.
Menurut Oppenheimer, sejumlah operator telekomunikasi besar seperti AT&T, Verizon Communications, dan T-Mobile berpotensi mengalami penurunan jumlah pelanggan serta pendapatan yang lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Perusahaan menilai Starlink akan makin mengukuhkan posisinya di berbagai aplikasi dan layanan penting, mampu mengurangi tingkat perpindahan pelanggan, serta meningkatkan daya tawar perusahaan dalam menetapkan harga.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]