Mesin Uang Iran 'Dibombardir' Amerika, Terungkap Kekayaan Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi baru terhadap Iran, lebih spesifik menyasar bursa mata uang kripto terbesar Iran, yakni Nobitex. AS menuduh Nobitex memungkinkan pemerintah Iran dan lembaga-lembaga negara yang masuk daftar hitam, untuk menghindari sanksi AS.
Sanksi terbaru ini menyusul laporan investigasi Reuters yang dipublikasikan pada 1 Mei 2026. Laporan itu menunjukkan peran sentral Nobitex dalam sistem keuangan paralel yang digunakan untuk memroses ratusan juta dolar untuk bank sentral Iran dan Korps Garda Revolusi Islam.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bagaimana Nobitex terus beroperasi bahkan setelah pemutusan akses internet yang diberlakukan pemerintah setempat, dengan tetap memroses transaksi senilai jutaan dolar.
"Ketika ekonomi Iran terjun bebas, rezim memilih untuk memanfaatkan teknologi aset digital demi agenda korupnya sendiri, termasuk menghindari sanksi dan menransfer kekayaan ke luar negeri," kata Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (3/6/2026).
Investigasi Reuters menunjukkan bagaimana Nobitex dikendalikan dua bersaudara yang berasal dari keluarga Kharrazi, yakni keluarga paling berpengaruh di Iran, dengan hubungan erat ke pemimpin tertinggi negara tersebut.
Menurut rekam jejak perusahaan, ketika transaksi dana dimulai, kedua sosok itu terdaftar di dengan nama identitas yang jarang digunakan anggota keluarga tersebut.
Kementerian Keuangan AS mengumumkan pada Selasa (2/6) waktu setempat, dua bersaudara bernama Seyed Mohammad Ali Aghamir Mohammad Ali dan Seyed Mohammad Aghamir Mohammad Ali, secara individu sudah dikenakan sanksi. Selain itu, CEO Nobitex Amir Hossein Rad juga turut menjadi target.
Dalam pernyataan Kementerian Keuangan AS, dikatakan bahwa Nobitex telah memberikan dukungan signifikan terhadap pemerintah Iran dan memfasilitasi transaksi digital jumbo yang terkait dengan bank sentral Iran dan IRGC.
"Setelah dimulainya operasi tempur AS di Iran, Nobitex berperan dalam melindungi dan memindahkan aset serta dana keluar dari Iran untuk melindungi kekayaan rezim meskipun terjadi pemadaman internet," tertulis dalam pernyataan Kementerian Keuangan AS.
Nobitex tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar terkait sanksi tersebut.
Dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters pada April 2026, Nobitex mengatakan bahwa mereka tidak memiliki koneksi langsung dengan pemerintah dan membantah membantu negara. Mereka mengatakan setiap dana ilegal yang mengalir melalui Nobitex dilakukan tanpa persetujuan atau sepengetahuan manajemen.
Perusahaan itu juga mengatakan kedua bersaudara keluarga Kharrazi tidak pernah menggunakan identitas alternatif atau mengubah identitas mereka.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]