Peringatan 30 Menit NASA, Tanda Kiamat di Bumi

Redaksi,  CNBC Indonesia
28 May 2026 15:00
Ilustrasi Badai Matahari. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Badai Matahari. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai dimanfaatkan oleh NASA. Badan antariksa Amerika Serikat itu mengembangkan teknologi AI untuk memprediksi berbagai fenomena antariksa yang berpotensi terjadi di masa depan.

Bahkan, mereka mengklaim bisa memberikan peringatan 30 menit sebelum 'kiamat' sampai ke Bumi.

Salah satu fokus utama pengembangan AI tersebut adalah untuk memprediksi badai matahari dahsyat. Peringatan dini akan mendeteksi lebih awal saat fenomena besar terjadi dan berpotensi menghancurkan wilayah tertentu. Cahaya bisa bergerak dari material yang disemburkan Matahari saat badai berlangsung.

NASA akan mendapatkan data dari sejumlah satelit, seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail. Tugasnya adalah mengembangkan cara untuk mengetahui secara presisi kapan badai matahari terjadi dan dampak yang ditimbulkan.

Dikutip dari Science Alert, para ilmuwan melatih model pembelajaran yang dinamakan DAGGER. Berbeda dengan algoritma prediktif lainnya, model ini memiliki peningkatan kecepatan.

Tim peneliti mengungkapkan bisa memprediksi tingkat keparahan dan arah peristiwa kurang dari satu detik. Setiap menitnya, DAGGER juga bisa membuat prediksi.

Beberapa kejadian badai matahari memang berdampak besar pada sejumlah wilayah di Bumi. Misalnya 35 tahun lalu, wilayah Quebec tidak bisa teraliri listrik selama berjam-jam.

Kerusakan besar juga terjadi pada peristiwa Carrington 150 tahun lalu. Saat itu infrastruktur listrik dan komunikasi rusak parah akibat badai.

Sebelumnya, algoritma butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memprediksi atau bahkan memberi peringatan saat badai akan menghantam Bumi.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Astronot NASA Terbang ke Bulan, Nyaris Gagal Gegara Toilet Rusak


Most Popular
Features