Paus Leo XIV Minta Satu Dunia Berubah, Ungkap Fakta Mencekam
Jakarta, CNBC Indonesia - Paus Leo XIV akhirnya merilis ensiklik pertama, yang banyak menyorot soal perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Lebih spesifik, ia menggarisbawahi risiko yang ada dalam penggunaan teknologi canggih yang tengah 'meledak' tersebut.
Dokumen berjudul Magnifica Humanitas (Magnificent Humanitas/Kemanusiaan yang Agung) berisi hampir 43 ribu kata dan telah dikerjakan sejak pemilihan setahun lalu.
Leo XIV memperingatkan sistem AI menyebarkan informasi yang salah. Begitu juga memprioritaskan konflik dan berisiko membawa dunia pada perang yang tidak berkesudahan.
Salah satu yang juga dibahas adalah kepemilikan data AI diminta tidak hanya diserahkan kepada pihak swasta. Para pembuat kebijakan diminta untuk berbenah dan membuat kebijakan untuk melindungi hak pekerja dan menjaga anak-anak tetap aman dari AI.
"Dibutuhkan keterlibatan politik lebih aktif yang bisa memperlambat segalanya saat semuanya tengah berakselerasi," kata Leo dikutip dari Reuters, Selasa (26/5/2026).
Selain itu, dia meminta adanya kerangka hukum yang kuat, pengawasan independen, pengguna yang terinformasi dan sistem politik yang tidak lepas pada tanggung jawabnya.
Dalam dokumen diungkapkan pula mengenai penggunaan AI dalam perang. Ia meminta seluruh dunia harus tunduk pada batasan etika yang ketat.
Leo XIV juga menegaskan manusia tidak boleh mempercayakan sistem AI dalam memberikan keputusan yang mematikan.
Leo XIV mengecam bentuk-bentuk perbudakan, khususnya merujuk pada mereka yang berada dalam sistem AI. Misalnya pekerja pabrik yang memproduksi perangkat teknologi, seperti kompyter dan smartphone yang menggunakan AI.
"Tubuh orang-orang ini terluka, cedera, dan aus membuat aliran komputasi bisa berlanjut tanpa gangguan," dia menjelaskan.
"Realitas ini menantang hati nurani moral zaman kita," imbuhnya.
Leo pun meminta untuk tidak menyerah mengatasi risiko yang timbul dari AI. Semua orang disebutnya memiliki tanggung jawab untuk bertindak.
"Tidak seorang pun tanpa tanggung jawab. Kita semua punya bidang tindakan masing-masing," ucapnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]