Area Rusia di Stasiun Luar Angkasa Bocor Lagi, Amerika Ikut Bingung
Jakarta, CNBC Indonesia - Stasiun Luar Angkasa (ISS) kembali mengalami kebocoran udara. Setelah sempat diyakini berhasil ditangani tahun lalu, kebocoran dari segmen Rusia di stasiun luar angkasa itu kembali terdeteksi pada awal Mei 2026.
NASA dan Roscosmos selama beberapa tahun terakhir terus berupaya melacak sumber kebocoran yang berasal dari modul layanan Zvezda. Namun hingga kini, masalah tersebut belum sepenuhnya teratasi.
Roscosmos mencatat adanya penurunan tekanan secara perlahan di terowongan transfer yang terhubung ke modul Zvezda. Analisis terbaru menunjukkan ISS masih kehilangan udara melalui retakan mikroskopis dengan laju sekitar satu pon per hari.
Kebocoran di ISS sebenarnya bukan persoalan baru. Roscosmos pertama kali melaporkannya pada September 2019. Titik kebocoran diketahui berasal dari vestibule PrK, ruang penghubung antara port docking dan modul Rusia Zvezda.
Seiring waktu, kondisi justru memburuk. Dalam laporan 2024, laju kebocoran disebut meningkat dari satu pon menjadi lebih dari dua pon udara per hari. Situasi itu membuat NASA menetapkan masalah tersebut ke level risiko tertinggi.
Meski begitu, titik terang sempat muncul pada pertengahan 2025. NASA kala itu melaporkan adanya sinyal tekanan baru yang mengindikasikan kebocoran kemungkinan berhasil ditutup.
Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Pada 1 Mei lalu, saat kosmonaut Rusia memindahkan muatan dari wahana kargo Progress 95, tekanan di modul Zvezda kembali turun perlahan. Temuan itu memperkuat indikasi bahwa kebocoran sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti.
NASA memastikan kondisi tersebut belum membahayakan tujuh awak yang saat ini berada di ISS. Area terdampak kini dipertahankan dalam tekanan lebih rendah, sambil dilakukan penyesuaian tekanan tambahan jika diperlukan, demikian dikutip dari Gizmodo, Selasa (26/5/2026).
Kebocoran yang terus berulang ini datang di tengah masa senja ISS. Stasiun luar angkasa yang sudah beroperasi hampir 30 tahun itu dijadwalkan pensiun pada 2030.
Di Amerika Serikat, isu ini bahkan memicu perhatian Kongres. Sejumlah anggota parlemen mengusulkan agar NASA menunda penghentian operasional ISS hingga tersedia stasiun luar angkasa komersial pengganti, demi menjaga keberlanjutan kehadiran manusia di orbit Bumi.
Namun di sisi lain, panel penasihat keselamatan memperingatkan risiko terhadap ISS terus meningkat seiring usia perangkat yang makin tua.
Setelah bertahun-tahun diupayakan, NASA dan Roscosmos masih belum berhasil menghentikan kebocoran secara permanen, sementara ISS terus mengalami penuaan dan penurunan kondisi.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]